IMIGRASI EKPOSE HASIL KINERJA SEPANJANG 2017 *8 Orang WNA Dilakukan Deportasi.

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Agar masyarakat dapat mengetahui dengan jelas sejauhmana hasil kinerja yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Besar sepanjang tahun 2017 ini, maka Selasa siang (19/12) kemarin bertempat di Aula Pertemuan lantai II Gedung Imigrasi Sumbawa Besar yang berada di Jalan Bullevart Garuda berlangsung konferensi Pers dengan para awak media massa cetak dan on-line didaerah ini, dan terungkap tentang jumlah pasport yang dikeluarkan dan diterbitkan maupun tindakan preventif dan refresif terkait dengan keberadaan orang asing diwilayah hukum Sumbawa dan KSB.
    Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Besar Andy Cahyono Bayuadi didampingi Kasi Pengawasan dan Keimigrasian (Wasdakim) Yusriansyah dalam konferensi Persnya menjelaskan terkait dengan tindakan administratif keimigrasian yang telah dilakukan sepanjang periodesasi Januari – Desember 2017 terhadap pelanggaran yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) tercatat ada 8 orang WNA yang telah dilakukan pemulangannya kenegara asalnya (Deportasi) karena dinilai menyalahi izin tinggal dengan melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku yakni WNA asal RRT atas nama Congjun Guo yang melanggar ketentuan Pasal 116 UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan deportasi dilakukan 23 Januari 2017 melalui Rudenim Bali, Erna Sahzuwana asal Kelantan Malaysia melanggar Pasal 78 UU No 6/2011 dideportasi 17 Februari 2017 melalui BIL, Mahdi Mohammed H Alfaraj asal Damman Arab Saudi melanggar Pasal 78 UU No 6/2011 dan dipulangkan 24 Maret 2017 melalui Bandara Soekarno Hatta.
    Begitu pula WNA asal Srilanka atas nama Hewageegana Ge Sunil Jayantha Kulatunga yang melanggar Pasal 119 ayat (1) dan pasal 78 ayat (3) UU No 6/2011 dilakukan deportasi 27 Mei 2017 melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Mr Aaron Beckel Thule asal California Amerika Serikat yang dinilai melanggar Pasal 75 ayat (1) dan Pasal 22 ayat (1) UU No 6/2011 dengan deportasi dilakukan 17 Oktober 2017 melalui Bandara Seokarno Hatta Jakarta, Alia Ilham bin Karim asal Selangor Malaysia melanggar Pasal 75 ayat (1) UU No 6/2011 dengan deportasi dilakukan 14 Nopember 2017 melalui Bandara Internasional Lombok, Mrs Rachel Lynn Coombs asal Illinois Amerika Serikat melanggar Pasal 75 ayat (1) UU No 6/2011 dan dideportasi 19 Nopember 2017 melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, serta terakhir WNA asal New Zealand Mr Bradley Alister Walden yang melanggar Pasal 78 ayat (3) UU No 6/2011 dengan deportasi dilakukan 7 Desember 2017 melalui BIL Lombok, paparnya.
    “Kedelapan WNA tersebut dengan terpaksa diambil tindakan pemulangannya melalui kegiatan deportasi, karena keberadaan mereka itu selain menyalahi izin tinggal, juga ada WNA yang melakukan aktivitas bisnis maupun dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum, dimana keberadaan mereka diketahui berdasarkan adanya laporan masyarakat, dari Kepolisian maupun ada yang tertangkap tangan oleh tim PORA, sehingga merekapun diproses dengan pelanggaran administratif untuk kemudian dilakukan deportasi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” tukas Andy Cahyono Bayuadi.