Impor Beras Menurunkan Harga Beras Domestik

    Pemerintah perlu meningkatkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri secara intensif

    REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso menilai keputusan pemerintah menyiapkan beras impor pada musim panen raya kurang tepat. Sebab, hal itu akan berdampak pada pasar beras dalam negeri.

    “Harga gabah dan gabah akan tertekan dan cenderung terus turun,” kata Sutarto dalam webinar yang diselenggarakan Pusat Kajian Kebijakan Pertanian (Pakta) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dan Departemen Pertanian, Rabu (14/2). / 4)

    Untuk itu, dia meminta pemerintah mengkaji ulang keputusan impor beras guna membantu petani agar harga yang wajar bisa diterima petani. Dengan begitu, petani akan tetap semangat menanam padi kembali di musim-musim berikutnya.

    Pemerintah perlu meningkatkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri secara intensif. Selain itu, beras nasional perlu dilaksanakan secara komprehensif mulai dari hulu, on farm dan hilir dengan kebijakan yang sesuai dengan amanat undang-undang.

    Review atas peraturan menteri yang perlu dilakukan seperti harga eceran beras tertinggi, harga pembelian pemerintah dan pelaksanaan bantuan nontunai. Ia merasa, perlu juga merevitalisasi penggilingan padi kecil, meningkatkan kualitas.

    “Sekaligus mengurangi hasil dan efisiensi. Kemudian, penyiapan sistem logistik nasional dalam penataan dan pengelolaan pangan,” kata Sutarto.

    Guru Besar Pertanian UGM, Prof Andi Trisyono, menilai dalam 10 tahun terakhir tingkat produktivitas beras nasional cenderung stagnan. Hal yang sama terjadi dalam hal luas panen, sementara jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

    “Jika kondisi ini terus berlanjut dikhawatirkan suatu saat Indonesia akan mengalami defisit beras. Misalnya saat ini surplus, tapi suatu saat akan mengalami minus,” kata Andi.

    Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Jamhari menjelaskan, ada tiga pendekatan yang bisa digunakan untuk menutup gap di antara ketiganya. Pendekatan ini dimulai dengan ekstensifikasi, diversifikasi pangan, dan intensifikasi.

    Ia menambahkan, pemerintah perlu mempersiapkan masyarakat untuk konsumsi pangan lokal. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor pangan. Selain itu, kekayaan keanekaragaman hayati akan menjadi sumber besar pangan fungsional lokal.

    “Perlu juga edukasi yang disertai inovasi di bidang pengolahan pangan,” kata Hari.




    Source