Impor Solar Melonjak di Bulan Maret, ESDM: Volume Masih Terjaga

Konsumsi biodiesel pada triwulan I tahun 2021 masih lebih rendah dibandingkan dengan periode tahun 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – BPS mencatat terjadi peningkatan impor minyak dan bahan bakar pada Maret 2021. Salah satu yang terbesar adalah impor High Speed ​​Diesel (HSD) atau solar yang cukup besar yaitu sebesar 283,59 ribu ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menilai kenaikan ini wajar dan pemerintah berkomitmen menjaga volume impor selama 2021.

Direktur Pengembangan Usaha Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Soerjaningsih menjelaskan, angka impor bulanan memang sangat wajar, terlihat naik turun signifikan. Hanya saja, menurut Soerja, ESDM berkomitmen menjaga volume impor selama 2021.

“Angka impor bulanan memang terlihat naik turun. Ini wajar karena tergantung jadwal kapal kapan masuk dan mengantarkan produk impor tersebut. Tapi dari segi volume masih terkendali,” kata Soerja. Republika.co.id, Senin (19/4).

Dari sisi konsumsi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, menjelaskan konsumsi biodiesel pada kuartal I 2021 sebesar 2 juta kiloliter. Angka tersebut masih lebih rendah dari konsumsi biodiesel pada tahun 2020 yang sebesar 2,3 juta kiloliter.

“Konsumsi biodiesel pada triwulan I masih sedikit di bawah target, lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2020. Tahun 2020 triwulan I sebesar 2,3 juta KL, triwulan I tahun 2021 sebesar 2,0 juta KL,” kata Dadan.

Sedangkan menurut Pertamina, rata-rata konsumsi solar pada kuartal I tahun ini masih minus dibandingkan kuartal I tahun lalu. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Putut Andrianto menjelaskan konsumsi solar pada kuartal I tahun ini sebanyak 38,161 kiloliter per hari. Sedangkan pada kuartal I tahun lalu sebesar 40.822 kiloliter per hari.

Sebagai perbandingan, konsumsi solar masih minimal 6,5 persen, kata Putut Republika.co.id.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak mentah dan produk minyak meningkat signifikan pada Maret 2021 kemarin. Kenaikan impor dibandingkan Februari 2021 bahkan mencapai 74,7 persen.

Salah satu pendorong penambahan total impor minyak di bulan Maret adalah karena adanya penambahan impor High Speed ​​Diesel (HSD). Tercatat kenaikan impor HSD mencapai 283,59 ribu ton atau meningkat 83,82 persen dibandingkan realisasi impor Februari sebesar 154,28 ribu ton.




Source