Importir Membawa 6.000 Ton Daging Sapi Beku Mei Ini

    Pada Januari 2021, volume impor daging sapi beku hanya 2.500 ton.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Importir daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Importir Daging Indonesia (Aspidi) menyatakan, sebanyak 6.000 ton daging beku sudah masuk ke Indonesia. Impor meningkat dari bulan-bulan biasanya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada hari raya Idul Fitri.

    Sekretaris Jenderal Aspidi Suhandri mengatakan, volume impor mengacu pada situasi yang terjadi pada bulan yang sama tahun lalu. Ia mengatakan, pada Mei 2020 volume impor mencapai 7.500 ton, namun terjadi penurunan konsumsi sehingga tahun ini volume diturunkan sesuai kebutuhan.

    “Misalnya dalam kondisi normal kebutuhan daging di Jabodetabek dan Bandung Raya 10 ribu ton per bulan, Ramadhan bisa naik 15-20 ribu ton. Tahun lalu mungkin tidak bisa mencapai 20 ribu ton,” kata Suhandri. Republika.co.id, Kamis (13/5).

    Dia menjelaskan, pola impor daging kerbau beku berdasarkan kondisi stok yang ada dan proyeksi keamanan pasokan selama 1,5 bulan. Oleh karena itu, volume impor setiap bulan harus berdasarkan perhitungan yang cermat agar sesuai dengan permintaan konsumen.

    “Tahun ini saya perkirakan permintaan daging tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Awal Ramadhan (April) kami juga sudah menyiapkan stok 9.000 ton,” imbuh Suhandri.

    Adapun Januari 2021, volume impor daging beku hanya 2.500 ton. Kemudian pada Februari-April volume impor sekitar 5.000 ton. Sedangkan impor daging sapi beku berasal dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Spanyol. Namun mayoritas impor di Indonesia berasal dari Australia.

    Harga daging sapi beku asal Australia saat ini sedang naik daun. Suhandri menyampaikan saat ini harga beli dari importir naik dari 95 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 105 ribu per kg. Artinya ada kenaikan sekitar Rp10 ribu.

    “Itu saja selisih Rp 10 ribu dan biaya lain-lain. Perhitungan saya selisih kenaikannya sampai Rp 20 ribu, jadi cukup bagus,” ujarnya.




    Source