India Minta Twitter untuk Menghapus Kritik tentang Penanganan Covid-19

Kritik itu mengemuka setelah kasus infeksi virus corona di India mencetak rekor dunia

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – Pemerintah India bertanya Indonesia untuk menghapus sejumlah tweet, termasuk tweet oleh anggota parlemen lokal yang mengkritik penanganan pemerintah federal India terhadap wabah virus corona. Kritik muncul setelah kasus infeksi virus corona di India kembali ke level rekor dunia.

Indonesia telah menangguhkan beberapa tweet setelah permintaan hukum dari pemerintah India. Indonesia terungkap, pemerintah membuat perintah darurat untuk menyensor sejumlah tweet. Undang-undang yang dikutip dalam permintaan pemerintah adalah Undang-Undang Teknologi Informasi tahun 2000.

Dalam permintaan hukum pemerintah, tertanggal 23 April, 21 tweet disebutkan. Di antara mereka adalah cicit anggota parlemen bernama Revnath Reddy, seorang menteri di negara bagian Bengal Barat bernama Moloy Ghatak, dan seorang pembuat film bernama Avinash Das.

“Saat kami menerima permintaan hukum yang valid, kami meninjaunya berdasarkan Aturan Indonesia dan hukum setempat, “kata seorang juru bicara Indonesia dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

“Jika konten melanggar aturan Indonesia, Konten tersebut akan dihapus dari layanan kami. Jika dinyatakan ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar aturan Indonesia, kami dapat menahan akses ke konten itu hanya di India, “tambah juru bicara itu.

Juru bicara menegaskan, Indonesia telah memberi tahu pemegang akun secara langsung tentang penangguhan konten mereka. Indonesia juga memberi tahu mereka bahwa mereka menerima perintah hukum terkait tweet tersebut. Perkembangan tersebut sebelumnya dilaporkan oleh situs berita teknologi TechCrunch, yang mengatakan itu Indonesia bukan satu-satunya platform yang terpengaruh oleh permintaan tersebut.

sumber: Reuters




Source