INFA Dukung Kebijakan Pemerintah tentang Larangan Mudik Tahun Ini

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persatuan Pemilik Kapal Feri Nasional Indonesia (INFA) mendukung adanya kebijakan pemerintah yang mengatur tentang larangan mudik secara nasional selama Idul Fitri 2021.

    Hal ini sekaligus berujung pada penghentian layanan angkutan penumpang umum yang menggunakan angkutan darat, laut, udara dan lintas kota pada tanggal 6-17 Mei 2021, sebagai upaya pengendalian mobilitas selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Fitr 2021.

    Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Penyeberangan Nasional Indonesia Eddy Oetomo menyatakan asosiasi angkutan penyeberangan dapat memahami dan mendukung kebijakan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Saat Lebaran Periode Idul Fitri 1442 Hijriah. / 2021.

    “Dukungan INFA terhadap kebijakan pemerintah ini ditujukan untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

    Baca juga: Bude Mona: Kenapa Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Bisa Dibuka

    Menurut Eddy, alih-alih hanya mempertahankan target pendapatan usaha yang ingin dicapai selama periode angkutan lebaran ini. Barangkali pada kesempatan ini para pelaku usaha di bidang transportasi, khususnya anggota INFA, berperan membela negara untuk menekan masif kemungkinan penularan Covid 19.

    Baca juga: Dewan Pers Yakinkan Pemerintah Segera Bantu Industri Pers Terpengaruh Covid19, ujar Agus Sudibyo

    “Besarnya risiko yang harus ditanggung masyarakat, jika ke depan terjadi ledakan penderita Covid-19 yang bisa berasal dari aktivitas mudik yang tidak terkendali,” ujarnya.

    Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13/2021, pemerintah telah menetapkan larangan penggunaan atau pengoperasian angkutan penumpang untuk semua moda transportasi, termasuk angkutan darat, laut, udara, dan kereta api pada 6-17 Mei 2021.

    Untuk INFA, dalam kendali ini, angkutan penyeberangan masih bisa aktif, karena masih bisa beroperasi untuk melayani logistik / angkutan barang guna menjaga pasokan barang di berbagai daerah.

    “Kami mendukung pengendalian angkutan penyeberangan dalam sistem pembelian tiket dan pengawasan di pelabuhan penyeberangan. ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga akan menghentikan sementara penjualan tiket online pada 6-17 Mei 2021 di empat pelabuhan utama yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang. dan Gilimanuk, “katanya.

    Dengan demikian, penjualan tiket di semua pelabuhan penyeberangan akan dilakukan secara manual, yang mana lebih baik memilih angkutan yang bisa diangkut atau tidak.

    “Kami perusahaan penyeberangan baru menerima hasil seleksi dan supervisi kemudian tinggal melayani penyeberangan saja,” ucapnya.




    Source