Infrastruktur Jalan KSB Dapat Perhatian Dari APBD NTB dan APBN 

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan APBD Provinsi NTB, menunjukkan realisasi signifikan dalam mendukung percepatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Daerah ibarat ketiban durian runtuh dari pusat. Sejak tahun 2016 hingga 2018 ke depan nyaris tembus Rp 1 trilliun alokasi APBN di gelontorkan untuk membangunan infrastruktur bidang ke PU an. Terutama Bina Marga, bidang yang fokus mengurus pembangunan Jalan dan Jembatan. “Total panjang jalan yang sudah kita bangun hingga 2017 tercatat 339 kilometer. Dana infrastruktur jalan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD,” kata, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Amar Nurmansyah, ST.
PU mencatat APBN DAK menyumbang 750 Miliar untuk pembangunan jalan. Selanjutnya APBD Sumbawa Barat tembus mengalokasikan hingga Rp 296.718.664 Miliar atau 29,96% dari total APBD sejak tahun 2016.
Tidak hanya itu, tercatat pula, hingga tahun 2017 seluruh  wilayah Sumbawa Barat, dinyatakan telah terkoneksi akses infrastruktur jalan tadi.
Amar juga mengungkapkan khusus tahun 2017, Dinas PU KSB menargetkan pembangunan jalan sepanjang 45,991 kilometer. Ruas jalan itu menyasar jalan kabupaten yang menginterkoneksikan daerah sulit di KSB, sebut saja, Rarak Runges, Mataiyang, Mantar dan lingkar Kertasari.
Dari jumlah alokasi tahun 2017 terdapat kenaikan persentase anggaran hingga 13,579% dari tahun sebelumnya. Namun PU melaporkan, kondisi jalan berstatus rusak berat kini tinggal 116, 418 kilometer. “Untuk tahun 2017 saja target mantap kondisi jalan kita mencapai 60,06%. Sehingga di tahun 2022 seluruh sisa jalan rusak berat di KSB di targetkan tuntas 100% mantap,” ujarnya.
Menariknya, APBD NTB kini menunjukkan pehatian besar terhadap alokasi bantuan pembangunan infrastruktur jalan di KSB. Tahun 2017 ini, Pemprov tidak tanggung tanggung, mengalokasikan Rp 50 Miliar sekaligus untuk pembangunan jalan, TG KH Zainuddin Abdul Majid, pahlawan nasional asal NTB.
Sebelumnya, Pemprov juga mengalokasikan nyaris Rp 100 Miliar untuk menata jalan Baypass pintu masuk Sumbawa Barat di Poto Tano.
Kondisi ini tentu saja menjadi sejarah baru bagi Sumbawa Barat dimana sebelumnya perhatian pemprov terhadap KSB sangat kecil. “Jalan itu, dibangun mulai dari simpang Grand Royal Hotel Taliwang hingga jalan lintas Telaga Baru,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), DR Ir H W Musyafirin MM, mengumumkan tahun 2018 pemda setempat menerima alokasi anggaran pembangunan jalan lebih dari Rp 700 Miliar dari Kementerian PU PR.
Anggaran tadi diperuntukkan bagi pembangunan jaringan irigasi Bendungan Bintang Bano yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 6000 Hektar.
Selanjutnya, Revitalisasi taman wisata alam dana rawa Taliwang Rp 400 Miliar bertahap dan pembangunan Jembatan dan Pelabuhan Lalar menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).