Ini Kronologi Jatuhnya Batik Air, Garbarata, Bandara Bali

    Pesawat Batik Air menabrak garbarata di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, kemarin.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LUV dengan nomor penerbangan ID-6506 menabrak pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (22/5) kemarin. Pesawat yang terbang dari Jakarta mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan lancar dan bersiap untuk menuju tempat parkir atau apron yang telah ditentukan.

    “Rencananya (untuk pesawat) menggunakan fasilitas jembatan yang menghubungkan gedung terminal dengan pesawat atau jembatan jet,” kata Corporate Communications Strategic Batik Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/5).

    Danang menuturkan, proses parkir dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Begitu juga dengan komunikasi dan koordinasi antara awak pesawat dan petugas darat yang memberikan perintah kepada pilot untuk memarkir pesawat.

    Saat koordinasi masih berlangsung, kata Danang, tiba-tiba permukaan atas mesin pesawat nomor satu (kiri) menyentuh ujung jembatan jet. “Akibat kejadian ini, proses turun semua tamu, kru, dan barang bawaan menggunakan tangga manual,” kata Danang.

    Ia memastikan penanganan berjalan lancar dan sesuai prosedur. Terkait penyebabnya, Danang mengatakan saat ini Batik Air bersama pihak terkait sedang melakukan proses investigasi.

    “Batik Air meminimalisir dampaknya, agar operasional penerbangan Batik Air lainnya tetap berjalan normal,” kata Danang.

    Ia menambahkan, Batik Air telah mempersiapkan dengan baik untuk penerbangan ID-6508 mulai dari kebutuhan pesawat, awak pesawat, teknisi dan petugas ground service. Danang menuturkan, sebelum berangkat pesawat telah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.

    Pesawat dinyatakan laik dan operasional. Batik Air selalu patuh dalam melaksanakan operasi dan pelayanan penerbangan berdasarkan aturan atau regulasi yang berlaku, jelas Danang.




    Source