Inilah alasan DKI memperbolehkan restoran beroperasi hingga pukul 22.30 WIB

    Orang-orang menikmati makan malam setelah melakukan Sholat Tarawih.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan alasan pemerintah provinsi melonggarkan pembatasan kegiatan Ramadhan 1442 Hijriyah guna memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan restoran atau restoran beroperasi hingga pukul 22.30 WIB.

    Alasannya, selama bulan puasa banyak orang yang menikmati makan malam usai melaksanakan Sholat Tarawih. “Kita beri kesempatan untuk makan sebanyak-banyaknya. Apalagi kita tarawih. Banyak warga yang hanya minum teh, kolak, atau kurma. Mereka makan malam setelah tarawih,” kata Balaikota Riza Jakarta, Selasa (13/4). .

    Kebijakan tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan kasus positif Covid-19 dan persentase kasus positif (positivity rate) di Ibu Kota yang trennya menurun. Meski demikian, demi keamanan bersama, Riza tetap menganjurkan masyarakat untuk memesan makanan di restoran dan menyantapnya di rumah masing-masing.

    “Kecuali ada aktivitas ke restoran atau menambah menu beli di restoran bisa. Makanya buka hingga pukul 22.30 WIB. Kemudian pukul 02.00 akan dibuka kembali hingga pukul 04.30 WIB,” kata Riza.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan jam buka restoran dan sejenisnya untuk makan di beberapa tempat diperpanjang hingga pukul 22.30 WIB. Restoran tersebut bisa dibuka kembali pada pukul 02.00-04.30 WIB untuk melayani warga yang ingin sahur. Kebijakan ini hanya berlaku untuk warung makan, restauran, cafe, restauran, pedagang kaki lima (PKL) atau warung jajanan di lokasi terbangun dan lokasi sementara.

    sumber: Antara




    Source