Inilah alasan hakim menunda persidangan Rizieq Shihab hingga pekan depan

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sidang lanjutan persidangan hasil tes usap palsu di RS UMMI Bogor terhadap terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) ditunda kembali oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur hingga Rabu (28/2). / 4/2021).

Majelis Hakim Khadwanto mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan kembali saksi jika diperlukan.

Baca juga: Tim Laboratorium RSCM Panggilan Hasil Swab PCR Rizieq Shihab Dilaporkan ke Satgas Covid-19

“Untuk sidang hari ini saksi sudah selesai ya, untuk dilanjutkan Rabu depan, kami beri kesempatan kepada JPU untuk menghadirkan saksi lagi,” kata Khadwanto menutup persidangan, Rabu (21/4/2021).

Namun, belum diketahui berapa jumlah saksi yang akan dihadirkan JPU pada persidangan selanjutnya.

Sebagai informasi, dalam persidangan pekan lalu, Rabu (14/4/2021), 5 saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendengarkan keterangannya, termasuk Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Baca juga: Kata Rizieq Shihab, Gara-gara Bima Arya Angkat Media, Upaya Tutupi Perawatan di RS UMMI Gagal

Selain Bima Arya, ada juga nama Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno; Kasatpol PP Bogor Agustian Syah; Anggota Satgas Covid Bogor Ferro Sopacua; dan mantan Kepala Seksi Dinas Kesehatan Bogor Djohan Musali.

Sedangkan agenda sidang hari ini adalah mendengarkan kembali pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang berjumlah enam orang.

Dalam hal ini saksi yang dihadirkan adalah Dokter Sarbini Abdul Murad selaku Presidium MER-C; Dokter Hadiki Habib sebagai relawan MER-C sekaligus dokter di RSCM; Dokter Fransiska sebagai relawan MER-C; Dokter Fariz Najib sebagai dokter jaga di RS UMMI Bogor; Dokter Nerina Maya Kartiva sebagai dokter perawat RS UMMI dan Dokter Nuridiyah Indra Sari sebagai petugas Lab RSCM.

Baca juga: Di persidangan, Rizieq Shihab mengaku menolak membuka hasil tes Covid-19, ini alasannya.

Dalam perkara yang didaftarkan Nomor 225 / Pid.B / 2021 / PN.Jkt.Tim, Rizieq didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) di atas Pasal 14 ayat (2) lebih dari subsider Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1. Tahun 1946 tentang Ketentuan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, Rizieq diduga sengaja menghalangi pelaksanaan pencegahan epidemi.

Ia diduga terlibat dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP.

Terakhir, dalam dakwaan ketiga, ia didakwa melanggar Pasal 216 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP.




Source