Inilah alasannya untuk tidak mendikotomikan peran ayah dan ibu bagi anak

Ayah dan ibu memiliki peran masing-masing untuk tumbuh kembang anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Psikolog anak, remaja, dan keluarga Roslina Verauli mengatakan, peran ayah sama dengan ibu dalam membesarkan anak.

“Peran ayah sama dengan ibu, hanya pendekatannya yang sedikit berbeda,” kata Roslina Verauli dalam webinar bertema “Suami Hebat untuk Keluarga Sehat” yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) online di Jakarta, Senin (21/6). .

Dari aspek biologis, kata Roslina, perempuan melahirkan dan menyusui, tetapi dalam parenting ada ibu dan ayah.

“Sayangnya ada pola tradisional yang membuat ayah kurang terlibat dalam keluarga, sehingga membuat ibu lebih dominan,” katanya.

Dia menunjukkan bahwa ada lima isu utama dari peran ayah dalam keluarga. Pertama, peran ekonomi, protektif, dan pengasuhan. Kedua, ayah mendukung tumbuh kembang dalam aktivitas bermain fisik.

Bedanya, ibu-ibu lebih banyak bermain dengan ekspresi dan bahasa, ujarnya. Ketiga, membangun keterikatan emosional, seperti halnya ibu. Keempat, mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan kelima, berperan sebagai role model gender maskulin bagi anak-anaknya.

Menurut Roslina, tidak adanya peran ayah terhadap anak dapat berdampak pada rendahnya nilai akademik, rendahnya pendidikan, cenderung tidak mampu mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan.

Selain itu, lanjutnya, juga lebih sulit melakukan transisi dari sekolah ke dunia kerja. Remaja putri, lanjutnya, akan cenderung memulai aktivitas seksual lebih awal dan memiliki anak di usia muda atau di luar nikah.

“Pesan saya kepada seluruh keluarga di Indonesia, suami yang hebat adalah mereka yang mampu menjalankan berbagai peran, baik di dalam maupun di luar rumah sebagai masyarakat, menjadikan mitra sebagai mitra dan keluarga sebagai kerja tim,” ujarnya.

sumber : Antara



https://www.republika.co.id/berita/qv26qm320/ini-alasan-jangan-dikotomikan-peran-ayah-dan-ibu-untuk-anak