Inilah Empat Modus Penipuan Bank dan Cara Menghindarinya

Penipuan bank adalah salah satu kejahatan orang yang tidak bertanggung jawab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penipuan yang mengatasnamakan perbankan marak terjadi dan tak kunjung usai. Penipuan ini menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat, artinya harus diwaspadai agar tidak menjadi korban. Atas dasar itu, masyarakat tanpa terkecuali harus mewaspadai jenis-jenis penipuan bank dan cara menghindarinya.

Mengutip situs resmi OCBC NISP seperti dikutip Sabtu (26/6), penipuan bank merupakan salah satu kejahatan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi. Pelaku biasanya akan berpura-pura menjadi pegawai bank yang bersangkutan dan meminta informasi pribadi nasabah untuk mendapatkan akses ke rekening tabungannya.

Kejadian seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda atau bahkan Anda sendiri pernah mengalaminya. Nah, agar hal-hal seperti berikut tidak terulang kembali, yuk kenali jenis-jenis penipuan bank dan cara mengatasinya, antara lain:

1. Phising

Phishing adalah salah satu bentuk penipuan bank, penipu berusaha mendapatkan informasi atau data sensitif, seperti nama lengkap, kata sandi, dan informasi kartu kredit/debit melalui media elektronik dengan menyamar sebagai lembaga terpercaya. Jenis penipuan phishing biasanya ditemukan dalam bentuk email, pesan teks, atau telepon.

Pelaku phising berupa telepon pada umumnya akan mengajak korban untuk mengobrol hingga korban tanpa sadar memberikan informasi yang dibutuhkan pelaku. Sedangkan phishing dalam bentuk pesan teks biasanya dilakukan oleh penipu dengan mengirimkan pesan palsu yang mengarahkan calon korban untuk mentransfer sejumlah uang.

Dalam jenis penipuan email phishing lainnya, penipu mengirim email ke calon korban atas nama lembaga tepercaya. Pelaku memancing korban untuk menekan link yang tertera di email tersebut.

Kemudian calon korban diarahkan untuk mengklik link yang mengarahkan mereka untuk membuka halaman website pelaku. Di halaman palsu, alamat URL tidak sesuai dengan alamat bank resmi.

Setelah calon korban terjebak di halaman palsu, mereka diminta untuk mengisi beberapa data pribadi. Pada akhirnya, data akan dikirim secara otomatis ke penjahat dan mengakibatkan pembobolan rekening bank.

Isi email tersebut umumnya berisi tuntutan seperti akun Anda akan diblokir, keamanan akun terancam sehingga Anda harus segera memperbarui kata sandi Anda, hadiah akan hangus jika tidak segera diklaim, dan masih banyak lagi.



https://www.republika.co.id/berita/qvap1m396/inilah-empat-modus-penipuan-bank-dan-cara-menghindarinya