Inilah Tantangan Perkembangan Perdagangan Digital

    Porsi rata-rata biaya logistik suatu produk saat ini berkisar 24 persen.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Potensi ekonomi digital Indonesia, khususnya perdagangan digital (e-commerce), sangat besar. Namun, masih ada sejumlah tantangan yang harus dijawab. Hal ini erat kaitannya dengan efisiensi operasi bisnis yang mempengaruhi harga.

    Co-Founder Shipper.id, memulai aggregator logistik, Budi Handoko, mengatakan Indonesia harus memulai transformasi di sektor logistik. Sebab, akan menentukan efisiensi arus keluar masuk barang antar daerah.

    “Kami melihat pangsa pasar logistik di Indonesia sangat besar dengan nilai sekitar US$221 miliar, karena terdapat 17.000 pulau dengan 270 juta penduduk,” kata Budi dalam Business Outlook Mid-Year Economic Outlook, Rabu (7/7). ).

    Ia menegaskan, keberadaan logistik yang menjangkau seluruh wilayah akan membuat data terkoneksi dan membantu peta perkembangan ekonomi digital, termasuk e-commerce. Menurut Budi, selama ini Indonesia bergerak cepat, namun masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

    Budi mencatat rata-rata porsi biaya logistik suatu produk saat ini sekitar 24 persen. Ini adalah yang tertinggi di Asean dan menghambat daya saing.

    Dengan negara kepulauan, diperlukan pemerataan, ketersediaan sarana dan prasarana logistik khususnya di kawasan timur Indonesia. Ia menambahkan, sekitar 65 persen UMKM juga menganggap logistik sebagai tantangan terbesar dalam berbisnis, berdasarkan riset yang dilakukan Lazada.

    “Banyak sekali UMKM yang ingin mengembangkan usahanya di dunia digital tapi takut dengan tantangan logistik. Jadi harus ada” solusi ujung ke ujung,” dia berkata.

    Shipper.id sebagai perusahaan aggregator logistik, kata Budi, memandang sektor logistik saat ini dan ke depan akan menjadi pendukung vital. Terutama dalam kegiatan usaha para pelaku UMKM.

    Ia juga berharap pemerintah dapat terus melakukan upaya peningkatan efisiensi logistik dengan berbagai upaya. “Kalau efisiensi bisa menekan biaya logistik, bagi jutaan UMKM, pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih optimal,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qvvrlk368/ini-tantangan-pengembangan-perdagangan-digital