Inisial Sakti, Suami Bupati Puput Tantriana Dalam Kasus Suap Jabatan Kepala Desa di Probolinggo

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap konstruksi kasus dugaan suap jual beli jabatan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

    Diketahui, kasus tersebut menjerat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Fraksi Partai NasDem Hasan Aminuddin (HA) dan 20 orang lainnya. .

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, untuk menjadi kepala desa di Kabupaten Probolinggo tarifnya ditetapkan Rp. 20 juta per orang.

    “Tarif menjadi Kepala Desa Rp 20 juta, ditambah upeti berupa sewa tanah kas desa dengan tarif Rp 5 juta/hektar,” kata Alexander Marwata di Gedung KPK Juang, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2021) dini hari.

    Alex menjelaskan, dalam pembangunan kasus tersebut, awalnya pada 27 Desember 2021 akan dilakukan pemilihan Kepala Desa tahap II secara serentak di wilayah Kabupaten Probolinggo.

    Namun, jadwal pilkada ditunda.

    Baca juga: Penemuan jual beli jabatan di Probolinggo diduga sudah berlangsung lama, ada faktor politik dinasti

    Dengan demikian, hingga 9 September 2021, ada 252 kepala desa dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang telah selesai menjabat.

    “Untuk mengisi kekosongan Kepala Desa akan diisi oleh Pj Kepala Desa dari ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo dan usulan akan dilakukan melalui Camat,” kata Alex.

    Selain itu, kata Alex, ada persyaratan khusus dimana nama-nama yang diusulkan Kepala Desa harus mendapat persetujuan Hasan berupa paraf pada nota dinas pengusulan nama sebagai representasi Puput dan calon Kepala Desa juga wajib memberikan dan menyetor sejumlah uang.

    Alex mengungkapkan, biaya menjadi Kepala Desa sebesar Rp. 20 juta.

    Baca juga: FAKTA Bupati Probolinggo Jadi Tersangka Suap, Kronologis Kasus dan Cerita Ditangkap KPK OTT



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/01/paraf-sakti-suami-bupati-puput-tantriana-dalam-kasus-suap-jabatan-kepala-desa-di-probolinggo