IPDMIP Dukung Kementerian Pertanian Melatih Petani Modern

IPDMIP mendorong transformasi sistem pertanian tradisional menjadi modern

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Kegiatan Proyek Pembangunan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu (IPDMIP) harus berperan dalam mendorong transformasi sistem pertanian tradisional menjadi modern, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

Seruan tersebut disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi di Depok, Selasa (20/4) saat membuka Rapat Koordinasi IPDMIP dalam rangka percepatan. penyerapan anggaran serta pencapaian luaran dan hasil IPDMIP.

“IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional ke modern, untuk itu sumber daya manusianya harus digarap terlebih dahulu. Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi Nursyamsi.

Sistem pertanian tradisional, kata dia, bercirikan produktivitas rendah, pemanfaatan varietas lokal, dilakukan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak, karena belum memanfaatkan mekanisasi pertanian dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern bercirikan varietas unggul yang masif, menerapkan mekanisasi dan memanfaatkan teknologi di era industri 4.0,” kata Dedi Nursyamsi yang hadir didampingi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Leli Nuryati selaku Direktur Proyek Nasional IPDMIP Unit Pelaksana (NPIU).

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo agar kegiatan IPDMIP berjalan dengan optimal, dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat pedesaan khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan.

“Dengan IPDMIP kita akan meningkatkan produktivitas pertanian khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani meningkat sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Menteri Pertanian Syahrul.

Dalam kesempatan ini, Dedi Nursyamsi mengapresiasi pencapaian realisasi kegiatan dan anggaran IPDMIP tahun 2020 yang mencapai 94 persen, sehingga IPDMIP tahun 2021 diberi kesempatan untuk top up pagu anggaran. “Dengan top up Rp 65 miliar, sehingga total pagu anggaran kegiatan IPDMIP menjadi Rp 103 miliar. Tim NPIU harus mempertimbangkan secara matang langkah-langkah mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi,” ujarnya.

Dedi mengingatkan, IPDMIP harus melaksanakan kegiatan yang berdampak signifikan terhadap output dan outcome pada lahan pertanian beririgasi. IPDMIP dapat berperan melalui kegiatan Training of Trainers (TOT), Training of Facilitator (TOF), Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat provinsi (Kostrawil) dan kabupaten (Kostrada).

Dedi Nursyamsi mengharapkan NPIU dari IPDMIP bekerja meniru tim sepak bola yang mengedepankan kerja sama tim, keterampilan individu sehingga bisa menterjemahkan dan menjalankan arahan kepemimpinan. “Tim NPIU juga harus mempercepat semua kegiatan melalui proses yang cepat, sistematis dan taktis,” ujarnya.




Source