Iran mencatat lonjakan kasus Covid-19 setelah periode liburan

    Iran merupakan negara yang paling parah terkena dampak korona di Timur Tengah.

    REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Otoritas Iran melaporkan lonjakan tinggi kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir pada Selasa (13/4). Iran adalah negara yang paling parah terkena dampak di Timur Tengah dan menghadapi gelombang keempat virus itu.

    Pihak berwenang mengatakan penyebab lonjakan baru ini adalah jutaan orang yang melakukan perjalanan bulan lalu. Negara-negara seperti Iran, Azerbaijan, Kurdistan, Pakistan, dan beberapa negara lainnya sedang merayakan perayaan Tahun Baru Norouz tradisional pada 20 Maret 2021.

    Pertemuan keluarga tak terhindarkan, memicu pelanggaran protokol kesehatan yang sebelumnya dipromosikan oleh pemerintah. Juru bicara Kementerian Kesehatan Sima Sadat Lari mengatakan kepada televisi pemerintah tentang situasi saat ini.

    Pada Selasa waktu setempat, 24.760 kasus Covid-19 harian baru diidentifikasi, sehingga total menjadi 2.118.212. Jumlah kematian harian naik menjadi 291, tertinggi sejak 9 Desember 2020, sehingga jumlah total kematian menjadi 65.055.

    Lari mengatakan, 295 kabupaten diklasifikasikan sebagai “merah” dengan risiko sangat tinggi, dan 99 sebagai “oranye” berisiko tinggi. Sementara itu, 45 kecamatan masuk dalam kategori zona “kuning” dan hanya sembilan yang masuk dalam kategori zona “biru” risiko rendah.

    Sejak Sabtu lalu, pemerintah memberlakukan // lockdown // selama 10 hari di sebagian besar negara untuk mengekang penyebaran gelombang keempat virus. Kebijakan // lockdown // memengaruhi 23 dari 31 provinsi di negara itu.

    Akibat keputusan ini, sejumlah kegiatan dibatasi. Bisnis, sekolah, teater, dan fasilitas olahraga yang tidak penting ditutup. Pertemuan yang melibatkan banyak orang juga dilarang selama bulan Ramadhan Reuters.




    Source