Islam Khalid bin Walid dan Ucapan Terakhir Menuju Kematian

Khalid bin Walid menjadi panglima Islam dengan julukan Pedang Allah Yang Tak Terdengar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Khalid bin Walid RA wafat pada tanggal 18 Ramadhan 21 Hijriyah. Khalid bin Walid adalah panglima perang yang terkenal dan ditakuti di medan perang. Khalid mendapat julukan “Pedang Penarik Allah”.

Dikutip dari halaman Masrawy pada Selasa (4/5), seperti dikutip Imam Adz-Dzhaby di Siyar A’lam An-Nubala, Khalid baru masuk Islam pada akhir tahun kedelapan setelah perjanjian Hudaibiyah. Ketika Rasulullah ﷺ melakukan umrah, dia menanyakan tentang Khalid.

Di kelompok Nabi, juga Al Walid Bin Walid yang merupakan saudara dari Khalid bin Walid. Al Walid sudah masuk Islam. Al Walid menceritakan bahwa Rasulullah pernah bertanya kepada Khalid. Kepada Nabi, Al Walid kemudian menjawab “Semoga Allah memberinya (Khalid) petunjuk”. Kemudian Al Walid berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Jika Khalid menggunakan kebesaran dan kekuatannya (yang selama ini dia gunakan untuk orang lain) dengan kaum Muslim, itu akan menjadi hal yang lebih baik baginya”.

Pada akhirnya Allah SWT telah menahbiskan Khalid untuk masuk ke agama yang mulia ini. Setelah berpartisipasi dalam beberapa perang melawan Rasulullah ﷺ, Khalid bertanya kepada Nabi, “Akankah Allah mengampuni dosa-dosa saya selama ini yang melawan Islam?” Rasulullah juga bersabda, “Islam akan menghapus segala dosa yang telah berlalu”.

Khalid juga berkata, “Ya Rasulullah, doakan aku.” Rasulullah SAW kemudian berdoa, “Ya Allah, ampunilah Khalid atas semua tindakannya yang menghalangi manusia dari jalan-Mu.”

Khalid juga terus berperang di jalan Allah SWT dengan berbagai macam peperangan yang diikutinya. Khalid bin Walid diutus ke Irak dan mampu menguasai Al-Hirah. Kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar untuk meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin oleh Usama bin Zaid.

Hingga akhirnya Khalid meninggal, dan sedang tidak dalam keadaan perang. Sebelum meninggal, Khalid RA berkata di tempat tidurnya bahwa dia akan mati secara alami.

وما في جسدي شبر إلا وفيه ضربة بسيف ، أو رمية بسهم ، وها أنا أموت على فراشي حتف أنعني بسهم

“Saya telah berpartisipasi dalam perang ini dan itu, sejauh di tubuh saya bahkan tidak ada satu inci pun ruang tetapi ada bekas luka pedang, tusukan tombak, dan luka dari panah. Sekarang saya akan mati di tempat tidur saya secara alami, sama seperti unta mati. Karena itu, mata para pengecut tidak akan terpejam. ”

Sumber: masrawy




Source