Israel Akhirnya Menerima Kembalinya AS ke Kesepakatan Nuklir Iran

Amerika Serikat menyuarakan harapan bahwa keamanan Israel akan terlindungi ketika Washington bergabung kembali dengan JCPOA. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan Israel memandang AS sebagai mitra penuh di semua wilayah operasional, termasuk Iran.

“Kami akan bekerja erat dengan sekutu kami Amerika untuk memastikan bahwa setiap perjanjian baru dengan Iran akan melindungi kepentingan dunia dan AS yang vital, mencegah perlombaan senjata berbahaya di kawasan kami dan melindungi Negara Israel,” kata Grantz, setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd. . Austin.

Austin memandang aliansi dengan Israel sebagai pusat keamanan regional. Dalam pidatonya, Austin tidak menyebut Iran secara spesifik. Dia mengatakan pemerintahan Biden akan terus memastikan superioritas militer kualitatif Israel di Timur Tengah.

“Hubungan bilateral kita dengan Israel khususnya merupakan pusat stabilitas dan keamanan kawasan di Timur Tengah. Dalam pertemuan kami, saya tegaskan kembali kepada Menteri Gantz bahwa komitmen kami kepada Israel tetap ada dan sangat kuat, “kata Austin.

Washington telah mencoba meyakinkan Israel tentang masalah keamanan regional, dan memulai kembali pembicaraan tentang kembalinya AS ke kesepakatan nuklir Iran, (JCPOA). Israel menolak mengembalikan AS ke JCPOA. Israel melihat perjanjian itu sebagai pembatasan sementara pada kemampuan nuklir Iran. Dalam jangka panjang, kesepakatan itu akan membuka jalan bagi Teheran untuk memproduksi bom.

Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir melaporkan sabotase kapal mereka di laut. Pada Selasa (6/4) sebuah kapal kargo Iran diserang di Laut Merah. TV Al Arabiya dan kantor berita semi-resmi Iran Tasnim kata kapal itu menjadi sasaran ranjau limpet.

Al Arabiya mengutip sumber yang mengatakan kapal itu diserang di lepas pantai Eritrea dan dicurigai berafiliasi dengan Pengawal Revolusi Iran. Sementara Tasnim mengidentifikasi kapal itu sebagai Iran Saviz.

“Kapal Iran Saviz telah ditempatkan di Laut Merah selama beberapa tahun terakhir untuk mendukung pasukan komando Iran yang dikirim dalam misi pengawalan kapal komersial (anti-pembajakan),” laporan itu melaporkan. Tasnim.

Ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan yang dilaporkan terhadap kapal kargo Israel dan Iran sejak akhir Februari. Kedua negara saling menuduh bertanggung jawab atas serangan itu. Pejabat Israel itu menolak mengomentari serangan yang dilaporkan terhadap kapal kargo Iran.

Ada tiga serangan lain yang dilaporkan terhadap kapal kargo milik Iran atau Israel sejak 25 Februari. Pada 25 Maret, sebuah kapal kargo milik perusahaan Israel dirusak oleh rudal di Laut Arab. Seorang pejabat keamanan senior Israel mencurigai serangan itu dilakukan oleh Iran.

Dua minggu sebelumnya, media pemerintah Iran mengutip seorang penyelidik Iran yang mengatakan Israel kemungkinan besar berada di balik ledakan yang menyebabkan kebakaran kecil kapal kontainer Iran di Mediterania. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menolak berkomentar langsung pada saat itu, tetapi mengatakan Iran secara teratur mengirim senjata ke proxynya di wilayah tersebut.

Pada 26 Februari, Netanyahu menyalahkan Iran atas ledakan di atas kapal pengangkut kendaraan milik Israel di Teluk Oman. Seorang pejabat AS mengatakan ledakan itu melubangi kedua sisi lambung. Sementara seorang pejabat Israel mengatakan serangan itu menggunakan ranjau kecil. Iran menolak untuk bertanggung jawab atas serangan itu.




Source