JAKSA-BPKP TUNGGU HASIL UJI LAB PATEDONG

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ditengah tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Nusa Tenggara Barat sedang melakukan perhitungan intensif atas kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan talud pengaman pantai di Dusun Patedong Desa Seboto Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas Sumbawa yang dibiayai pembangunannya menggunakan pagu dana APBD Sumbawa tahun anggaran 2016 lau senilai Rp 200 Juta, justru tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa bersama tim BPKP-RI Perwakilan NTB masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas material batu karang yang digunakan dalam proyek tersebut dari UPT Peralatan dan Laboratorium Konstruksi Dinas PUPR Sumbawa yang sudah hampir dua pekan ini tak kunjung dikeluarkan.
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya kepada para wartawan diruang kerjanya Kamis siang (08/11) kemarin, membenarkan kalau sesuai dengan permintaan tim BPKP terkait dengan hasil uji lab material batu karang atas proyek talud Patedong sejauh ini belum dapat diberikan, mengingat hingga saat ini sudah dua pekan lebih pihak Kejaksaan menunggu dari hasil lab yang dilakukan UPT Peralatan dan Laboratorim Konstruksi Dinas PUPR Sumbawa justru belum juga keluar, padahal secara resmi pihaknya telah melayangkan surat permintaan bantuan bagi pengujian material batu karang talud Patedong tersebut sejak 25 Oktober 2018 lalu.
Dari hasil koordinasi dan konfirmasi yang dilakukan dengan ahli dari UPT Lab Dinas PUPR tersebut terang Jaksa Raka akrab ia disapa awak media, menyatakan kalau hasil pemeriksaan dan uji lab atas sample batu karang talud Patedong itu telah tuntas dilakukan sejak 29 September 2018 lalu, dan berkas hasil lab tersebut katanya telah disampaikan kepada Dinas PUPR Sumbawa dan telah berada dimeja Kadis PUPR untuk dilakukan penandatanganan mengetahui, akan tetapi hingga kini hasil lab material batu karang talud Patedong itu belum kunjung juga disampaikan kepada pihak Kejaksaan, sehingga pihak Kejaksaanpun melayangkan surat kedua kalinya Selasa 6 Nopember 2018 kepada Kepala UPT Peralatan dan Lab Konstruksi Dinas PUPR Sumbawa agar hasil lab uji material talud Patedong itu segera disampaikan kepada Kejaksaan, dan ini yang masih kami tunggu, paparnya.
“Oleh karena itu, kami menunggu dan menagih hasil lab dari UPT tersebut, sebab hasil uji lab material talud Patedong itu ditunggu oleh tim BPKP, karena merupakan salah satu bahan yang akan dijadikan indikator untuk menentukan apakah ada kerugian negara dalam kasus Patedong itu, disamping itu juga untuk menguatkan hasil pemeriksaannya tim BPKP sesuai dengan hasil koordinasi yang dilakukan kemarin, berencana akan turun melakukan action lapangan bersama tim Jaksa dan ahli teknis kelokasi Patedong untuk melihat secara langsung dan kongkret soal fisik dari talud Patedong tersebut,” pungkas Jaksa Raka.
Setelah semuanya tuntas dilakukan oleh tim BPKP sambung Jaksa Raka, maka tentu tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa tinggal menunggu hasil perhitungan cermat atas kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus Patedong tersebut, sehingga tim jaksa segera menentukan sikap dan langkah selanjutnya bagi penetapan tersangka yang dinilai bertanggung jawab dalam kasus Patedong itu, tukasnya.