Jaksa Gagal Membawa Saksi Kunci ke Persidangan Habib Bahar

Alasan saksi tidak hadir dalam persidangan adalah karena perusahaan tidak diperbolehkan melakukannya tidak rasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Jaksa Umun (JPU) Kejaksaan Negeri Jawa Barat, gagal menghadirkan saksi kunci dan korban penganiayaan bernama Andriansyah dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (20/4). Karena saksi kunci tidak hadir, JPU juga meminta kepada Majelis Hakim untuk membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) dalam persidangan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith.

Menurut Jaksa Penuntut Umum Suharja SH, saksi Andriansyah tidak bisa hadir dalam persidangan karena tidak mendapat izin dari perusahaannya. Padahal, kata jaksa, surat panggilan sudah dikirim ke saksi sesuai alamatnya.

“Kami sudah mengirim surat panggilan ke Ardiansyah. Namun, yang bersangkutan tidak mendapat izin dari perusahaan tempatnya bekerja,” kata jaksa sebelum membacakan BAP.

Ketua Majelis Hakim Surachmat menanggapi alasan ketidakhadiran saksi kunci di persidangan. Ketiga hakim tersebut membahas tanggapan mereka atas ketidakhadiran Andriansyah. “Kami perintahkan jaksa menghadirkan saksi secara paksa. Supaya saksi bisa dihadirkan di persidangan kali ini,” ujarnya.

Hakim mengatakan, alasan saksi tidak hadir dalam persidangan karena perusahaan tidak diperbolehkan untuk hadir adalah tidak rasional. Ia mengatakan bahwa setiap warga negara berhak atas perlindungan hukum. “Tidak ada alasan bagi warga untuk menolak hadir di persidangan. Kami beri waktu (jaksa) satu minggu untuk menghadirkan saksi di persidangan,” ujarnya.

Pengacara terdakwa menolak permintaan jaksa yang hanya membacakan keterangan saksi berdasarkan BAP. Dia meminta jaksa menghadirkan saksi korban Andriansyah dalam persidangan. “Seharusnya jaksa menghadirkan saksi di persidangan. Kami keberatan, seharusnya saksi dihadirkan untuk mengungkap fakta dan kebenaran di ruang sidang,” kata Ichwan Tuan Kotta.

Sidang akhirnya ditunda minggu depan oleh Majelis Hakim dengan agenda yang sama, yakni mendengarkan keterangan saksi korban.




Source