JAKSA JEBLOSKAN PELAKU ASMARA KE HOTEL PRODEO

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang pria beristri berinitial oknum Sg (41) warga asal Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir, tersangka (pelaku asmara) dalam kasus tindak pidana menyetubuhi gadis dibawah umur yang tiada lain iparnya sendiri hingga hamil, Selasa (16/01) kemarin dijebloskan oleh Jaksa ke hotel prodeo Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa selama 20 hari kedepan dalam statusnya sebagai tahan Jaksa, menyusul berkas perkara tahap kedua yang telah dinyatakan lengkap P21 diterima pelimpahannya secara resmi dari penyidik Reskrim Polsek Moyo Hilir disertai dengan pengiriman tersangka dan barang bukti.
Tersangka Sg sendiri yang telah cukup lama ditinggal istrinya menjadi TKW keluar negeri itu, tega berbuat cabul menyetubuhi iparnya sendiri sebut saja korban “Bunga (16)” berstatus pelajar itu bukan nama sebenarnya, terjadi beberapakali sejak bulan April hingga Juni 2017 lalu pada sejumlah tempat (TKP) baik dirumah kediaman tersangka, di Kebayan sampai ke Taliwang KSB, dengan cara pada bulan April 2017 lalu sekitar pukul 09.00 Wita, tersangka menyuruh korban (adik iparnya itu) mengambi air minum dan menaruhnya didalam kamar tidur dan disaat itulah tersangka masuk langsung menutup dan mengunci pintu kamar, untuk kemudian melakukan aksi bejatnya dengan memaksa korban melayani nafsu bejatnya, kendati korban berusaha berontak dan berteriak tetapi karena pelaku memegang lehernya membuat korban tak berdaya dan pasrah digauli.
Bahkan perbuatan pelaku terus berlanjut hingga Mei saat korban diantar menuju Sumbawa untuk membeli nasi, korban diajak kerumah keluarganya di Kebayan dan perbuatan tak senonoh itupun tak dapat dielakkan, begitu pula ketika berada di Taliwang KSB korban juga disetubuhi hingga akhirnya korban diketahui berbadan dua (hamil 5 bulan) oleh orang tuanya, sehingga tanpa ampun kasus inipun dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Moyo Hilir untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasi Pidum Kejari Sumbawa Jaksa Faeddy Hantyo Nugroho SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB diruang kerjanya kemarin menjelaskan, kalau tersangka dijebloskan ke sel tahanan Rutan Lapas Sumbawa selama 20 hari kedepan dalam status tahanan Jaksa, untuk mempermudahkan proses penanganan selanjutnya, dan setelah berkas dakwaannya rampung secepatnya perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar untuk disidangkan dan diadili sesuai aturan hukum yang berlaku, dalam hal ini tersangka dikenai dengan ancaman sejumlah pasal pidana berlapis melanggar Pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana dan denda yang cukup berat, tukasnya.