JAKSA KIRIM BELASAN TERPIDANA ANAK KE LPKA MATARAM

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari hasil evaluasi yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sumbawa selama kurun waktu selama 10 bulan terakhir tahun 2018 ini, atas sejumlah kasus tindak pidana yang terjadi diwilayah hukum Kabupaten Sumbawa dan KSB, ternyata kasus tindak pidana pencurian, penganiayaan, narkoba dan kasus tindak pidana terhadap anak dibawah umur dinilai cukup tinggi, dan sebagian diantara pelaku dan korbannya adala masih berstatus katagori anak-anak, sehingga tidak mengherankan kalau sepanjang Januari – awal Nopember ini sudah ada sekitar belasan pelaku anak-anak yang dikirim ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Mataram guna dapat dilakukan pembinaan sebagaimana mestinya, ungkap Kasi Pidana Umum Kejari Sumbawa jaksa Lalu Mohamad Rasyidi SH dalam keterangan Persnya kepada para wartawan diruang kerjanya Rabu siang (07/11) kemarin.
Cukup tingginya sejumlah kasus tindak pidana umum yang terjadi didaerah ini terang Jaksa Rasyidi akrab ia disapa awak media, tentu disebabkan cukup banyak faktor yang mempengaruhinya terutama yang dominan akibat pengaruh ekonomi dan lengkungan pergaulan, apalagi jika pola pengawasan terhadap anak-anak tidak dilakukan secara intensif, justru berdampak negatif terhadap masa tumbuh kembang anak itu sendiri, karena itu pola pengawasan dan pembinaan bagi generasi muda harapan bangsa itu harus dilakukan secara bersama-sama secara komprehensif, peran para guru, orang tua, keluarga dan warga masyarakat sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya perbuatan tindak pidana khususnya yang melibatkan anak-anak.
Kendati vonis pidana yang cukup berat telah dijatuhkan hakim untuk dapat memberikan shock therapy dan efek jera kepada pelakunya, namun tak membuat suatu masalah selesai, karena itu keikutsertaan segenap elemen masyarakat didaerah ini untuk turut dan menaruh kepedulian melakukan pengawasan dan pembinaan sangat dibutuhkan kata Jaksa Rasyidi, namun bagi pelaku anak yang telah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap (Inkrach), maka sesuai dengan putusan hakim berdasarkan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku sudah ada belasan terpidana anak yang dikirim ke LPKA Mataram untuk dapat mengikuti program pembinaan dan keterampilan rata-rata selama 1 – 3 bulan lamanya, sehingga kelak ketika mereka keluar dapat menunjukkan prilaku yang baik ditengah keluarga dan masyarakat lingkungannya, pungkasnya.