Jalan Rusak Parah, Warga Tepal-Batu Rotok Harus Bermalam di Jalan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sungguh memprihatinkan warga Tepal, Batu Rotok, dan warga desa lainnya yang ada di Kecamatan Batu Lanteh, mereka harus bermalam di jalan untuk bisa sampai di desa masing-masing. Tidak tanggung-tanggung mereka harus bermalam 2 hingga 3 malam, tergantung lokasi desa masing-masing.
H Abdul Malik, warga Desa Batu Rotok kepada Gaung NTB, Selasa kemarin menyampaikan bahwa untuk bisa sampai di desanya menggunakan Hartop, warga harus bermalam di jalan selama 2 malam baru bisa sampai di Batu Rotok. Hal itu disebabkan karena jalan yang rusak parah seperti berlumpur, longsor dan licin.
Kondisi ini akan semakin parah katanya, apabila di perjalanan ada hujan, maka waktu untuk sampai ke desanya bisa sampai 3 hari 3 malam.
Untuk saat ini jelas H Malik yang ditemui di Kantor Bupati Sumbawa itu, ruas jalan dari Batu Dulang hingga Punik, sudah cukup bagus, namun mulai dari Punik, Pusu, Tepal, Batu Rotok dan seterusnya jalan sudah mulai rusak parah.
“Warga harus bermalam di jalan untuk bisa sampai tujuan masing-masing,” ujarnya.
Terkait dengan program perbaikan imptrastruktur jalan yang sedang dilakukan sekarang ini menurut H Malik, perencanaannya kurang tepat, karena rekanan memperbaiki jalan di tempat yang sudah baik, mestinya kata mantan Anggota DPRD Sumbawa itu, jalan yang diperbaiki jalan yang rusak parah.
Pemerintah mestinya kata H Malik, mengutamakan memperbaiki jalan pada titik-titik yang parah, seperti tanjakan licin, jalan berlumpur, ruas jalan yang kerap terjadi longsor dan titik rusak parah lainnya sehingga dapat diakses oleh kendaraan.
“Kami lihat sekarang ini jalan yang dikerjakan, jalan yang sudah bagus, sementara yang rusak tidak dikerjakan,” ujarnya.
Untuk diketahui kata politis PDI Perjuangan itu, bahwa Hardtop yang ditumpangi warga pada saat pulang kampung, selain berisi barang, lebih banyak mengangkut dedak untuk membantu kendaraan melintasi jalan baik tanjakan licin maupun jalan berlumpur, disamping itu juga Hardtop harus dilengkapi dengan peralatan lain seperti pacul dan sekop. “Itulah kondisi jalan yang kami lalui sehari-hari,” keluhnya.
Oleh karena itu H Malik berharap kepada Pemda Sumbawa agar, pola pengerjaan jalan di lokasi tersebut diperbaiki dengan memprioritaskan di ruas jalan yang rusak.