Jalur Monalisa di Yogyakarta Menjadi Potensi Wisata Olahraga

    Konsep Monalisa adalah menikmati harmoni Jogja dengan lima jalur sepeda.

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembangkan wisata olahraga (olahragawan) dengan menyediakan jalur sepeda Monalisa untuk memanfaatkan peluang peningkatan minat masyarakat terhadap bersepeda sebagai bagian dari pola hidup sehat yang semakin digemari saat pandemi Covid-19.

    Sesuai namanya, konsep yang diusung di Monalisa ini adalah menikmati harmoni Jogja dengan lima jalur sepeda wisata, kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko.

    Embrio yang sudah ada yaitu lima jalur sepeda wisata akan terus disempurnakan dengan perluasan jalur pelayaran sehingga sesuai dengan tema setiap rutenya dan menciptakan daya tarik wisata baru di Yogyakarta.

    “Kami juga akan berusaha memperkuatnya dari segi bisnis. Nanti setiap jalur bisa dikolaborasikan dengan LPMK (Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) hingga PKK untuk mengisi atraksi dan konten kuliner yang bisa dinikmati wisatawan,” ujarnya.

    Wahyu menilai penguatan sisi bisnis itu penting agar masyarakat yang dilalui di setiap jalur sepeda wisata bisa mendapatkan keuntungan dari geliat pariwisata di daerahnya.

    “Kami juga akan bekerja sama dengan PHRI, Asita, dan stakeholders pariwisata lainnya untuk promosi dan cara penyediaan sepeda bagi wisatawan. Ini sedang berlangsung dan terus dibenahi,” ucapnya.

    Lima jalur sepeda wisata yang sudah dimiliki Kota Yogyakarta dapat diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Rute pertama yang disiapkan bertema “Romantisme Kota Lawas” dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer.

    Rute perjalanan dimulai dari depan kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta di Kotabaru sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sajiono, Jalan Juandi, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Kusumanegara, menuju ke kawasan Kotagede dan berakhir di Bendungan Lepen Giwangan.

    Di sepanjang rute tersebut, wisatawan dapat menikmati suasana pusaka Kotabaru yang dipenuhi dengan bangunan bergaya Indis, Masjid Perak Kotagede, menikmati kuliner di Lapangan Karang, Masjid Agung Mataram, Taman Gajah Wong, dan menikmati kesegaran alam di Lepen Weir.

    Jalur ini akan kami sempurnakan dengan melintasi pabrik Ceruta Tarumartani, kata Wahyu.

    Rute dua telah disiapkan dengan tema Tilik Jeron Beteng sepanjang 8,8 kilometer mulai dari Pasar Pakuncen, Desa Ketanggungan, Sindurejan, Suryodiningratan, Magang dan berakhir di Ngasem Market Plaza.

    Di sepanjang jalur ini, wisatawan dapat menjelajahi situs Keraton Yogyakarta dan mengeksplorasi potensi di sekitar Keraton, Taman Sari, Alun-Alun Yogyakarta, menyusuri sisi selatan Sungai Winongo, dan menikmati Tanjung Dam.

    Rute ketiga bertema Jajah Kampung Susur Sungai sepanjang 6,7 kilometer yaitu menikmati suasana di sekitar Sungai Winongo dan Sungai Code sambil menikmati potensi seni dan budaya seperti Jathilan, perkampungan sayur, kerajinan, dan kuliner.

    Rute keempat memiliki tema yang hampir sama yaitu Jajah Kampung yang menawarkan wisata keliling kawasan cagar budaya dengan bangunan kuno seperti Museum Wiratama, bengkel KA Balai Yasa, dan Makan Wijaya Brata. Rutenya berjarak 6,5 km.

    Rute terakhir adalah sekitar Taman Pintar Yogyakarta sepanjang 6,5 km. Wisatawan akan diajak bersepeda dari Taman Pintar ke arah selatan dan berakhir di Giwangan yang akan menjadi lokasi Taman Pintar 2.

    Rute ini melewati desa-desa yang selama ini dikenal sebagai desa wisata yaitu Desa Prawirotaman dan Desa Keparakan yang selama ini menjadi sentra kerajinan sandal kulit, kaos, tas, hingga batik dan lurik serta kuliner di sepanjang Sungai Code.

    sumber: Antara




    Source