Jenazah dua guru korban KKB di Beoga dievakuasi ke Timika

    Jenazah dua guru korban KKB dievakuasi ke Timika dan akan dimakamkan di Toraja.

    REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA – Jenazah dua guru yang ditembak mati kelompok kriminal bersenjata (KKB) dievakuasi dari Kecamatan Beoga, Kabupaten Puncak ke Timika pada Sabtu (10/4). Evakuasi jenazah dua guru korban KKB menggunakan pesawat Dabi Air yang disewa Pemerintah Kabupaten Puncak.

    Syukurlah, evakuasi berhasil dilakukan dengan menggunakan pesawat milik Pemerintah Daerah Puncak ke Timika, kata Bupati Wandik, Sabtu.

    Bupati mengatakan evakuasi berhasil dilakukan setelah negosiasi dengan berbagai pihak hingga Jumat malam (9/4). Dari Bandara Mozes Kilangin Timika, jenazah Oktovianus Rayo (42) guru jaga SD Jambul dan Yonathan Randen guru SMP Negeri 1 Beoga langsung dibawa ke RS Mimika menggunakan dua ambulans didampingi ribuan warga Toraja di Mimika. Kabupaten.

    Juga dievakuasi bersama jenazah kedua guru, yaitu istri dan anak almarhum Oktovianus Rayo, serta Kepala SMP Negeri 1 Beoga Junaedi Arung Salele yang selamat dari penyerangan KKB.

    Air mata warga Toraja dan keluarga korban tak terhindarkan saat jenazah kedua guru itu tiba di kamar jenazah RS Mimika, terutama saat melihat istri dan anak almarhum Oktovianus Rayo. Rencananya kedua guru yang menjadi korban KKB ini dimakamkan di kampung halamannya di Toraja.

    Saat ditanya tentang kondisi masyarakat di Beoga, Wandik mengaku kini sudah diamankan di posko TNI hingga situasi kembali kondusif. Bupato Wandik mengutuk penembakan terhadap guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa karena keberadaan mereka agar generasi mudanya bisa membaca dan menulis.

    “Kami berharap tidak ada lagi korban, baik guru maupun tenaga medis, sehingga anak-anak dan warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang serupa dengan daerah lain di Papua,” harap Bupati Wandik.

    Sementara itu, Kapolsek Mimika AKP Roberth Hitipeuw mengatakan, rencananya jenazah Oktovianus Rayo akan dimakamkan di rumahnya di kawasan Gang Tanete, Jalan Budi Utomo, Desa Inauga. Sedangkan jenazah Yonathan Randen akan dimakamkan di rumah keluarganya di Jalan C Heatubun, Desa Kwamki Timika.

    “Mengenai kapan jenazah kedua korban akan dimakamkan, keluarga yang akan memutuskan,” kata AKP Roberth.

    Almarhum Oktovianus Rayo ditembak mati oleh KKB yang mendatangi kiosnya di Desa Julukoma, Kecamatan Beoga pada Kamis (8/4) pagi. Sedangkan almarhum Yonathan Randen ditembak KKB saat Junaedi Arung Salele dan Junaedi Arung Salele hendak mengambil terpal di rumah Kepala SMP Beoga 1 untuk membungkus jenazah almarhum Oktovianus Rayo yang dimakamkan di Pusat Kesehatan Komunitas Beoga. Selain menembaki kedua guru tersebut, KKB juga dikabarkan membakar gedung sekolah dan fasilitas perumahan guru di Kecamatan Beoga, Kabupaten Puncak.

    sumber: Antara




    Source