JMM: Dinamika jelang kongres NU biasa saja

    Dinamika dan konstelasi menjelang kongres harus tetap mengedepankan harkat dan martabat NU.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM) Syukron Jamal menilai dinamika dan kontestasi jelang kongres ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) adalah hal yang wajar. “NU adalah ormas terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. NU juga organisasi yang sangat terbuka dan demokratis. Semua pihak punya kepentingan, tidak hanya warga Nahdliyin sendiri,” kata Syukron dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (10/10). .

    Syukron yang juga seorang pengamat media, politik dan sosial-keagamaan, menyatakan sikap moderat NU sebagai representasi dari “wasathiyah Islam” yang “rahmatan lil alamin” memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk seperti Indonesia. “Peran NU sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sistem dan tatanan peradaban serta perdamaian dunia,” ujarnya.

    Mantan aktivis PMII itu mengatakan dinamika dan konstelasi menjelang kongres harus menjaga dan mengutamakan martabat NU dan kyai atau ulama di dalamnya. Syukron berharap konstelasi yang semakin hangat akan lebih menekankan pada pertarungan ide dan gagasan, visi dan misi membawa NU lebih berperan baik secara nasional maupun global sementara di sisi lain menjawab berbagai tantangan umat.

    “Bagaimanapun, NU bukanlah organisasi politik atau partai politik, tetapi organisasi rakyat. Siapapun yang bersaing tentunya adalah tokoh terbaik dan berkualitas serta patut dihormati sehingga upaya saling menjatuhkan secara pribadi harus dihindari,” kata Syukron. .

    Syukron mengingatkan bahwa tantangan NU ke depan akan semakin berat, seiring dengan era globalisasi yang ditandai dengan interkoneksi, antara manusia satu dengan lainnya yang dihubungkan dengan berbagai latar belakang etnis, ideologi dan pemikiran yang berbeda. Di sisi lain, dunia terus berubah sehingga menuntut kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan global serta permasalahan mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, lingkungan hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    “Di era globalisasi sebagai pengaruh keterbukaan informasi, saat ini kita dihadapkan pada maraknya penyebaran paham transnasional dan gerakan ideologis yang tidak sedikit bertentangan dengan semangat moderasi agama, budaya dan budaya bangsa, tetapi subur dan tumbuh di tanah air kita tercinta,” jelas Syukron. .

    Syukron berharap Muktamar NU dapat menghasilkan kebijakan dan produk hukum bagi organisasi dan kepemimpinan yang akan terus membawa NU maju, berkembang dan memodernisasi. Selain itu, NU juga dapat berperan dalam kiprah umat melalui berbagai program pemberdayaan umat, penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan tentunya tetap menjadi yang terdepan dalam membumikan “Islam rahmatan lil alamin”. yang ramah, moderat dan toleran.

    Sementara itu, Muktamar NU ke-34 rencananya digelar di Lampung pada Desember 2021. Dalam kongres tersebut, ada dua jabatan yang akan ditentukan, yakni Rais am di tingkat syuriah dan ketua umum di tingkat tanfidziyah.

    Ada dua calon ketua umum yang banyak disebut-sebut, yakni KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/r0s0zl428/jmm-dinamika-jelang-muktamar-nu-hal-wajar