Joe Biden Menominasikan Muslim Menjadi Duta Kebebasan Beragama

    Biden menominasikan Rashad Hussain dan Khizr Khan.

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Joe Biden mengumumkan niatnya untuk mencalonkan empat orang untuk jabatan duta besar kebebasan beragama, termasuk cendekiawan Muslim pertama yang menjabat dalam peran tersebut. Tiga lainnya adalah seorang sarjana Holocaust yang terkenal sebagai utusan khusus anti-Semitisme, seorang ulama Yahudi yang memproklamirkan diri. gay, dan seorang imigran Muslim yang terkenal bentrok dengan mantan Presiden Donald Trump.

    Biden menominasikan Rashad Hussain untuk menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional yang baru-baru ini dipegang oleh mantan gubernur Kansas Sam Brownback. Biden juga menyebut Khizr Khan yang terkenal karena pidatonya di Konvensi Nasional Demokrat 2016.

    Khan pada saat itu menyebut calon presiden dari Partai Republik, Trump, tidak mengorbankan apa pun untuk bangsa. Khizr juga akan memiliki peran di Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional, atau USCIRF, sebuah badan penasihat.

    Khan dan istrinya, Ghazala, kehilangan putra mereka yang berusia 27 tahun, Kapten Angkatan Darat AS Humayun Saquib Khan, dalam serangan bunuh diri tahun 2004 di Irak. Pada konvensi 2016, Khan mengeluarkan salinan Konstitusi seukuran saku dari jaketnya dan mempertanyakan apakah Trump pernah membacanya.

    Sarjana Holocaust dan Profesor Universitas Emory Deborah Lipstadt dinominasikan sebagai Utusan Khusus untuk Memantau dan Memerangi Anti-Semitisme dengan posisi duta besar. Ada juga Rabi Sharon Kleinbaum, seorang ulama Yahudi gay yang telah memimpin Sidang Beit Simchat Torah di New York City sejak 1992.

    “Kepemimpinan lama Sharon Kleinbaum di Jemaat Beth Simchat Torah dan aktivismenya yang blak-blakan telah menjadikannya suara yang kuat untuk kebebasan beragama, hak LGBTQ, dan hak asasi manusia lainnya di Amerika dan di seluruh dunia,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan. The Washington Times, Kamis (29/7).

    Gedung Putih mengatakan Hussain, lulusan sekolah hukum Yale yang juga memegang gelar master dari Harvard dan dalam Studi Arab dan Islam, memiliki latar belakang yang kuat dalam pelayanan federal. Dia menjabat sebagai Direktur Dewan Keamanan Nasional untuk kemitraan dan keterlibatan global.



    https://www.republika.co.id/berita/qx7m3l366/joe-bidencalonkanmuslim-jadi-duta-kebebasan-beragama