John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat membantah menyerang Nus Kei

    John Kei menjalani persidangan dengan agenda pembacaan pledoi.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada Selasa (18/5), menyampaikan bantahannya terkait tudingan penyerangan dan pembunuhan berencana terhadap Nus Kei di Kota Tangerang, Provinsi Banten, Minggu (16/2). 21 / 5/2020). Bantahan itu diulang John Kei dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan agenda pembacaan pledoi.

    “Demi Tuhan saya difitnah dan ini semua terjadi ketika saya memperjuangkan hak saya sambil mencari keadilan di hukum negara, saya hanya memberi kuasa kepada pengacara saya untuk mencari solusi atas hutang yang ditipu oleh anak buah saya sendiri,” kata John Kei. Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa.

    Sementara itu, kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto, juga membantah bahwa yang dituduhkan di rumah John Kei adalah papan tulis yang memuat nama-nama target pembunuhan. “Semua itu tidak benar, seperti yang disampaikan putri John Kei yang hadir sebagai saksi, pengurus membacakan jadwal ibadah di gereja setiap minggu,” kata Anton.

    Anton optimistis kliennya tidak bersalah atas bukti dan saksi yang dihadirkan di persidangan. “Seperti yang telah saya jelaskan, tidak ada satupun bukti, saksi, petunjuk dokumenter atau pernyataan yang mengarah pada pembunuhan,” katanya.

    Anton berharap kasus yang dihadapi kliennya bisa diputuskan seadil-adilnya. Dalam persidangan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut 18 tahun penjara untuk terdakwa John Kei. Menurut penuntut umum (JPU), John Kei merupakan advokat pembunuhan anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing alias Erwin.

    John Kei didakwa melanggar Pasal 340 KUHP dan terancam hukuman 20 tahun penjara. Selain itu, John juga dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang Pemukulan yang menyebabkan korban meninggal dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.




    Source