John Kei yang Percaya Diri Juga Dihukum 15 Tahun

    Putusan Deni Kei tiga tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Daniel Hendrik F Farfar alias Deni Kei divonis 15 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana dan pemukulan. Pria yang menjadi orang kepercayaan atau tangan kanan John Kei menggelengkan kepalanya atas keputusan hakim.

    Putusan itu digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Kamis (20/5). Deni Kei menghadiri persidangan dengan saksama dari ruang tahanan Polda Metro Jaya.

    Ketua MK Yulisar mengatakan, Deni Kei terbukti terlibat dalam penyerangan yang menewaskan bawahan Nus Kei, Yustus Corwing, di Duri Kosambi, Jakarta Barat, Juni 2020. Deni Kei terbukti melanggar Pasal 340 KUHP di Jakarta. juncto Pasal 55 ayat 1 angka 1 juncto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia juga terbukti melanggar Pasal 170 ayat (2) 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP II tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

    “Menghukum Daniel Farfar alias Deni Kei 15 tahun penjara,” kata Yulisar di sela-sela persidangan.

    Mendengar putusan itu, Deni menggeleng tak percaya. Hal itu terlihat pada layar di ruang sidang yang berhubungan dengan Dani di Rutan Polda Metro Jaya.

    Usai mendengar putusan hakim, Deni mengatakan akan memikirkan terlebih dahulu putusan tersebut. Jaksa Penuntut Umum pun memilih untuk memikirkannya dulu. Diketahui putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 18 tahun penjara.

    John Kei juga dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Ia terbukti terlibat dan melanggar pasal yang sama yang menjerat Deni Kei.

    Berbeda dengan Deni, John Kei terkekeh saat mendengar vonis 15 tahun penjara. Awalnya John sedikit terguncang dari kursinya mendengar putusan tersebut. Dia juga menyebut kata ’15 tahun ‘lagi. Selanjutnya dia terkekeh selama beberapa detik.

    Setelah itu, dia mengepalkan tangan kanannya ke udara. Lalu dia tersenyum lagi. Entah kenapa, John tertawa lagi.

    Hakim kemudian menanyakan apakah John menerima putusan tersebut. “Yang Mulia nanti saya pikirkan,” kata pria yang ditahan di Lapas Nusakambangan karena terlibat dalam kasus pembunuhan bos Sanex Steel itu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga memikirkan putusan tersebut. Vonis hakim diketahui lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni 18 tahun penjara.

    Jaksa sebelumnya mengungkapkan, alasan pembunuhan Yustus Corwing adalah masalah utang. Pada tahun 2013 saksi Nus Kei bertemu dengan John Kei di Lapas Nusakambangan. Nus kemudian meminjam uang dari John sejumlah Rp. 1 Milyar. Nus berjanji akan menggantinya dengan Rp. 2 miliar dalam enam bulan.

    Namun, hingga batas waktu pengembalian uang tiba, Nus tidak pernah mengembalikan uang tersebut. Anggota grup Nus bahkan menghina John melalui rekaman video Instagram secara langsung.

    Di penghujung tahun 2019, John dibebaskan dari penjara. Kemudian pada awal Juni 2020, John mengadakan pertemuan dengan anggota Kei Youth Force (Amkei) untuk membahas video yang menghina tersebut.

    JPU menuturkan, sehari sebelum penyerangan, pada Sabtu (20/6/2020) malam, John kembali menggelar pertemuan dengan anak buahnya di rumahnya di Kota Bekasi. Salah satu anak buahnya yang hadir adalah Daniel Far-Far.

    Malam itu, John kembali membahas video penghinaan itu. “Dalam pertemuan tersebut, John Kei mengatakan ‘besok pergi dan pukul rumah Nus Kei’, dan arahan lain dari John Kei, yaitu ‘bawa Nus Kei hidup-hidup atau mati jika seseorang menghalangi kuas’,” kata jaksa.

    Ketika Daniel hendak pulang dari pertemuan, John menelepon Daniel dan menyerahkan uang kepadanya. “John Kei memanggil Daniel Far-Far bersama anggota Amkei dengan cara melambaikan tangan, lalu memberinya uang operasional sebesar Rp 10 juta dengan Rp 50.000,” kata jaksa.

    Keesokan harinya, Minggu (21/6/2020), anak buah John berkumpul di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Mereka akan pergi menyerang Nus Kei dan anak-anaknya yang liar.

    Sebelum berangkat, mereka membagi tim menjadi lima mobil. Empat mobil berangkat menuju kediaman Nus Kei di Perumahan Green Lake City Cipondoh, Tangerang. Mobil lain berangkat ke Duri Kosambi, Jakarta Barat, tempat anak buah Nus Kei berkumpul.

    Enam anak buah John dengan satu mobil berhasil menyerang dua anggota Nus Kei, yaitu Yustus Corwing dan Frenky Rongel Rumatora, di Duri Kosambi. Alhasil, Justus tewas setelah diserang dengan senjata tajam dan ditabrak dengan menggunakan mobil. Sementara itu, Frenky terluka parah dan berhasil melarikan diri.




    Source