Johnson & Johson Menunda Distribusi Vaksin di Eropa

    Distribusi vaksin dihentikan setelah ditemukan enam kasus pembekuan darah

    REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS – Johnson & Johnson mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan berhenti mendistribusikan vaksin di Eropa setelah regulator kesehatan AS menyerukan untuk menghentikan penggunaannya.

    Perusahaan mengatakan sedang meninjau kasus yang terkait dengan otoritas kesehatan Eropa dan memutuskan untuk menunda peluncuran vaksin di Eropa.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebelumnya menghentikan distribusi vaksin Johnson & Johnson setelah ditemukannya enam kasus pembekuan darah sekitar dua minggu setelah suntikan diberikan.

    Tidak seperti vaksin dari Moderna dan Pfizer-BioNTech, vaksin Johnson & Johnson hanya membutuhkan satu dosis. Ini berarti vaksin ini membutuhkan lebih banyak waktu untuk dapat diserap sepenuhnya oleh individu. Vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech membutuhkan dua dosis suntikan dengan jarak empat atau tiga minggu.

    AS telah memberikan 190 juta vaksin secara nasional dengan sekitar 36 persen populasi telah menerima setidaknya satu dosis, sementara lebih dari 20 persen populasi telah divaksinasi penuh.

    sumber: https://www.aa.com.tr/en/dunia/johnson-johson-tunda-distribution-vaksin-di-eropa-/2208768




    Source