Jokowi: Tak Ada Ruang bagi Kelompok Kriminal Bersenjata

    Jokowi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Kabinda Papua.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB), baik di Papua maupun di seluruh pelosok Indonesia. Pernyataan Presiden tersebut menanggapi meninggalnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, dalam baku tembak dengan KKB di Kampug Dambet, Kecamatan Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Minggu (25/2). / 4) sore.

    Jokowi kemudian memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menangkap semua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua. “Saya sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB. Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok kriminal bersenjata di Papua atau di seluruh pelosok tanah air,” kata Jokowi dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa. Istana Merdeka, Senin (26/4) siang ini.

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan semangat Brigjen I Gusti Putu Danny agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

    “Atas nama rakyat, bangsa dan negara, saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga dan mereka yang ditinggalkan,” kata Presiden.

    Sebagai bentuk apresiasi kepada almarhum, negara juga memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat ke jenjang lebih tinggi atas pengabdian dan pengorbanan Brigjen I Gusti Putu Danny.

    Sebelumnya, Badan Intelijen Negara (BIN) merilis kronologi baku tembak yang mengakibatkan tewasnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha. Danny diserang kelompok separatis dan teroris Papua (KST) saat melakukan pengamatan di lapangan untuk mempercepat pemulihan keamanan.

    Kehadiran Kabinda Papua di Desa Dambet dalam rangka pantauan lapangan untuk mempercepat pemulihan keamanan pasca aksi brutal KST Papua di wilayah tersebut, kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, saat dikonfirmasi, Senin (26/9). 4).




    Source