Jonathan Christie Siapkan Faktor Non-Teknis di Olimpiade

Jonathan merefleksikan Euro 2020 di mana tim teratas bisa jatuh dari non-unggulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jonatan Christie akan tampil membela Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 pada 23 Juli hingga 8 Agustus. Jonatan dan Anthony Sinisuka Ginting merupakan wakil Merah Putih di sektor tunggal putra. Jojo, sapaan akrabnya, mengatakan saat ini proses persiapan terus menunjukkan hasil yang baik, terutama dari sisi teknis. Sementara dari sisi non teknis, Jojo merasa masih harus lebih fokus mempersiapkannya.

Jojo merefleksikan turnamen sepak bola Piala Eropa yang saat ini sedang bergulir. Tim yang seharusnya menang di atas kertas ternyata turun. “Hal-hal non-teknis terkadang lebih banyak dimainkan di pertandingan besar termasuk Olimpiade. Itu yang saya coba fokuskan sekarang, hal-hal non teknis karena secara teknis cukup bagus,” kata Jojo, Senin (5/7), dalam keterangan media PBSI.

Menurut Jojo, yang pertama dari pikirannya. Mulai memasuki lapangan, Jojo menganggapnya berbeda dari acara lainnya. Maka fokus dan perjuangan juga harus lebih keras dan lebih semangat.

Jojo dan enam wakil Indonesia lainnya yang mengikuti olimpiade menyisakan waktu tiga hari untuk memaksimalkan latihan mereka di tanah air. Pada Kamis (8/7), mereka terbang ke Prefektur Kumamoto, Jepang untuk proses adaptasi dan aklimatisasi selama 10 hari sebelum menginjakkan kaki di Tokyo. Hal ini disambut baik oleh Jojo.

“Kita berangkat dulu untuk training camp di Kumamoto, itu salah satu hal yang menurut saya bagus untuk kita persiapkan dengan segala kondisi yang ada di Jepang. Kita bisa menyesuaikan suasana disana.” ujar Jojo.

Sebagai atlet bulu tangkis, pemain kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu cukup sukses di ajang multievent. Jojo berhasil menaklukkan SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 Jakarta dengan medali emas. Namun hal itu tidak membuat Jojo jumawa, ia bahkan sadar bahwa olimpiade adalah event yang sama sekali berbeda dengan multi event lainnya.

“Multievent adalah salah satu pertandingan yang lebih banyak diketahui orang daripada pertandingan terbuka biasa. Selain itu, terkadang multievent terasa lebih mewakili negara. Lebih terasa seperti membela Indonesia, padahal di event lain saya juga membawa nama Indonesia,” kata Jojo.

Suasana dan suasana Olimpiade diyakini berbeda dengan Asian Games. Karena Olimpiade adalah ajang yang lebih besar meski kekuatan bulu tangkis masih di Asia. Jojo juga mewaspadai peningkatan jumlah pemain Eropa.

“Ini menunjukkan persaingan akan ketat di Olimpiade kali ini. Saya tidak merasa tertekan, saya hanya lebih menikmatinya. Sekarang bagaimana menghadapi pikirannya, bukan tekanan ya. Setiap atlet ingin menang dan itu yang saya kendalikan, saya pikirkan bagaimana menghadapinya,” kata Jojo.



https://www.republika.co.id/berita/qvrohg348/jonatan-christie-siapkan-faktor-nonteknis-di-olimpiade