Jozeph Penghujat Agama Harus Diberikan Efek Jera

    Penodaan agama harus diberikan efek jera agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menanggapi kasus dugaan penistaan ​​agama yang dilakukan oleh Jozeph Paul Zhang dan Desak Made Darmawati. Mengenai kasus Yusuf, hal ini menunjukkan dengan kuat bahwa hal itu mengarah pada penodaan agama, karena yang menyangkut klaim nabi ke-26 itu kemudian juga menghina Nabi Muhammad dan ajaran Islam.

    “Menurut saya perbuatan orang tersebut telah menimbulkan penodaan agama dan memenuhi unsur 156a. Karena yang bersangkutan menyampaikan hal tersebut di rekening. Youtubekata Suparji dalam keterangan persnya, Minggu (18/4).

    Suparji pun mengapresiasi perbuatan polisi yang mengejar Yusuf meski berada di luar negeri. Karena berdasarkan pasal 5 KUHP hukum pidana Indonesia berlaku bagi warga negara Indonesia dimanapun berada.

    “Jadi tindakan polisi mengejar yang bersangkutan sudah tepat dan sesuai prosedur. Namun, penistaan ​​agama harus diberi efek jera agar tidak terjadi di kemudian hari,” kata Suparji.

    Terkait kasus tersebut, kata Suparji, hukum tetap harus berlaku meski yang bersangkutan meminta maaf. Ini berarti meminta maaf karena tidak membatalkan tindak pidana karena penodaan agama adalah pelanggaran umum. Lebih lanjut, Suparji berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pernyataan yang mengarah pada perpecahan. Sebaiknya, lanjutnya, kita juga tidak memberikan pernyataan yang kontraproduktif.




    Source