JPU Akan Mengejar Harta Kekayaan Tersangka Korupsi Asabri, Kini Hanya Rp. 13 Triliun Disita

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan harta yang disita dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri (Persero) masih mencapai Rp. 13 triliun.

Diketahui, angka tersebut masih jauh dari perhitungan kerugian negara yang dihitung oleh BPK RI yang mencapai Rp. 22,78 triliun.

Sampai saat ini sekitar Rp 13 triliun dan pasti akan kita perburuan terus, kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

Burhanuddin mengakui kasus korupsi Asabri memang sudah mulai memasuki tahap persidangan. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi penyidik ​​dalam memburu aset tersangka.

“Meski nanti tahapannya sudah dituntut, tapi ada kewajiban kita untuk asset tracing. Karena kewajiban kita untuk memenuhi kerugian yang terjadi,” ujarnya.

Baca juga: Jaksa Agung Akan Mengejar Harta Kekayaan Tersangka Korupsi Asabri, Kini Hanya Disita Rp13 Triliun

Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan, pengejaran aset akan dilakukan hingga ada putusan pengadilan.

“Bahkan setelah putus pun kita masih punya kewajiban mengembalikan ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat nilai kerugian negara dalam kasus korupsi investasi dan pengelolaan keuangan PT Asabri (Persero) sebesar Rp 22,78 triliun.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna usai bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (31/5/2021).



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/31/kejaksaan-bakal-kejar-aset-tersangka-korupsi-asabri-kini-baru-sita-rp13-triliun