Jual Lahan yang Sudah Terjual, Dipolisikan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Bagi masyarakat luas harap lebih teliti jika membeli lahan, diharapkan agar lebih teliti tentang silsilah serta asal usul tanah dan yang lebih penting telah bersertifikat hak milik. Hal inilah yang dialami H. Saleh (46) seorang pedagang yang berdomisili di RT 03 RW 02 Dusun Hijrah Baru, Desa Suar Mapin, Kecamatan Alas Barat Sumbawa yang membeli sebidang tanah, namun belakangan diketahui bahwa tanah yang dibelinya telah lebih dulu dijual kepada orang lain oleh pemiliknya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di Mapolres Sumbawa menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada 26 Desember 2016 yang lalu. Saat itu, KS alias Uma (40) warga RT 01 RW 04 Dusun Bugis, Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, mendatanginya untuk menjual tanah dengan luas 4 are dengan harga Rp. 45.500.000,- (empat puluh lima juta rupiah) yang terletak di Dusun Hijrah, Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat. Lantaran percaya dan tanpa rasa curiga sedikitpun, akhirnya lahan tersebut dibayar.
Namun sekitar 8 bulan berlalu, yakni pada Agustus 2017, seseorang yang tidak dikenali datang ke rumah H Saleh dan mengaku bahwa dirinya sudah membeli tanah tersebut pada tahun 2015 yang lalu pada Uma sekitar Oktober 2017.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, H Saleh selaku pelapor dipertemukan di Kantor Desa Usar Mapin dengan Uma dan membuat Surat Pernyataan bahwa Uma selaku Terlapor akan mengganti uang milik pelapor dalam jangka waktu sepuluh hari. Namun sampai sekarang Terlapor tidak kunjung memberikan uang yang telah dijanjikan sehingga terpaksa memposisikan Uma ke Polsek Alas Barat dengan Delik Penipuan.
Kasus penipuan ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/54/XI/2017/SPKT/polsek Alas Barat, tanggal 21 November 2017 tersebut dan kini sedang ditangani penyidik untuk ditindak lanjuti secara hukum.