Jurnalis merangkap Penulis Luncurkan Buku Revolusi Nuklir

Eko menulis buku untuk melanjutkan jihad literasi agar api sastra tetap menyala.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Jurnalis dan penulis muda asal Surabaya, Eko Darmoko meluncurkan buku berjudul Revolusi Nuklir pada awal Juni 2021. Buku ini merupakan kumpulan cerpen (cerpen) yang telah ditulis Eko.

Alumni Universitas Airlangga (Unair) yang aktif menulis di berbagai media nasional ini mengatakan, dalam buku terbarunya, Eko menghadirkan 22 cerpen dengan semangat petualangan tanpa batas.

“Artinya berpetualang tidak hanya berdasarkan wilayah geografis, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun, petualangan bisa membuka peluang menembus waktu ke masa depan,” ujar Eko yang juga salah satu wartawan yang bertugas di ibu kota. kota Provinsi Jawa Timur (Jawa Timur). bahwa.

Cerpen yang diterbitkan oleh Penerbit Basabasi menampilkan tulisan yang lebih bergairah dan hidup di benak pembacanya. Itu karena Eko menghadirkan kalimat rajut bebas.

Benang merah dari cerita pendek satu ke cerita pendek lainnya sangat kental, petualangan ilmu pengetahuan, perjalanan fisik, realisme dalam kehidupan sehari-hari, hingga kisah cinta yang aneh-aneh menjadi bahan lengkap dalam buku ini, kata Bonekmania.

Eko berharap penerbitan kumpulan cerpen ini dapat memicu tumbuhnya penulis-penulis muda yang mampu unjuk gigi di kancah penerbitan, tidak hanya dalam skala lokal, tetapi juga nasional. Target jangka panjangnya tentu saja Eko ingin membuat perjalanan sastra Indonesia terus menggeliat.

“Kami sebagai penulis atau penulis muda ingin melanjutkan jihad literasi para pendahulu kita, dan menjaga api sastra Indonesia tetap menyala,” kata Eko.

“Dan kami berterima kasih kepada Penerbit Basabasi yang ikut menjaga tradisi penerbitan karya sastra, terutama dari para penulis muda,” imbuhnya.

Untuk Eko, Revolusi Nuklir adalah buku keduanya. Buku pertama yang diterbitkan, yaitu Lapangan Pembantaian Penerbit Pagan Press dirilis pada tahun 2015.

“Petualangan Baik fitrah setiap manusia. Ia lahir, tumbuh, berkembang dalam masyarakat, lalu mati, itulah Baik sebuah petualangan,” ujar Eko menjelaskan ketertarikannya pada tema petualangan dalam karyanya.

Masih tentang judul Revolusi Nuklir Untuk kumpulan cerpennya, Eko memilih menjawab secara diplomatis. Menurutnya, judul tersebut bisa mewakili makna keseluruhan dari karyanya.

Revolusi Nuklir adalah akhir dari pengembaraan manusia sebagai upaya melawan alam. Juga, saya ingin judul yang terdengar aneh dan menimbulkan tanda tanya di kepala pembaca, tetapi mudah diingat. Itulah alasan saya membuat Revolusi Nuklir sesuai judul buku ini,” tegas Eko.



https://www.republika.co.id/berita/qukjdi484/wartawan-cum-sastrawan-luncurkan-buku-emrevolusi-nuklirem