Kabupaten Bekasi Tetap Jadi Primadona Investor

    Kabupaten Bekasi tercatat sebagai daerah investasi tertinggi di Jawa Barat.

    REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG – Kabupaten Bekasi masih menjadi primadona investor dengan mencatatkan diri sebagai kawasan investasi tertinggi di Jawa Barat dengan realisasi investasi sebesar Rp. 13,45 triliun hingga triwulan I 2021. “Ini nilai positif dimana Investor masih mempercayai Kabupaten Bekasi untuk menanamkan modalnya,” kata Kepala Dinas Pelayanan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi Sutia Resmulyawan di Cikarang, Kamis (20 /) 5).

    Ia mengatakan meski masih di tengah pandemi Covid-19, perekonomian di daerah sudah mulai berkembang, dibarengi dengan iklim investasi yang kondusif membuat investor tetap percaya berinvestasi di Kabupaten Bekasi.

    Sutia mengatakan, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai 36,23 persen dari total investasi di Jawa Barat pada kuartal I 2021 yakni Rp37,1 triliun. Setelah Kabupaten Bekasi, realisasi investasi tertinggi berikutnya berada di Kabupaten Karawang yaitu sebesar Rp. 7,6 triliun atau 20,6 persen dari total investasi di Jawa Barat dan Bandung yang sebesar Rp. 6,3 triliun atau 16,9 persen.

    Penanaman modal di Kabupaten Bekasi masih didominasi oleh sektor penanaman modal asing yang mencapai Rp 11,6 triliun, sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 1,8 triliun. Investasi Rp1,8 triliun itu tercipta dari total 1.950 proyek yang terdiri dari 1.368 proyek investor asing dan 582 proyek dari PMDN.

    “Selain nilai investasi ini, sisi positifnya bagi daerah karena realisasi investasi ini terserap tenaga kerja. Dari data yang kami terima, sedikitnya 6.732 tenaga kerja terserap dari ribuan proyek tersebut,” ujarnya.

    Tingginya realisasi investasi di Kabupaten Bekasi, kata dia, berasal dari industri otomotif yang memberikan kontribusi hingga Rp7,86 triliun. Disusul sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp1,6 triliun, industri makanan Rp1,3 triliun, dan sisanya dari sejumlah sektor lainnya.

    Dalam hal tenaga kerja, industri logam, mesin dan elektronik paling banyak menyerap tenaga kerja. Sedikitnya 4.475 tenaga kerja terserap setidaknya pada triwulan I 2021, disusul sektor makanan 692 tenaga kerja, dan otomotif 684 tenaga kerja.

    Merujuk pada realisasi investasi sepanjang tahun 2020, Kabupaten Bekasi mampu merealisasikan investasi senilai Rp37,32 triliun dengan rasio di Jawa Barat sebesar 30,99 persen, jauh mengungguli Kabupaten Karawang di urutan kedua dengan rasio 13,90 persen dan Kota Bandung di urutan ketiga dengan rasio 8,82 persen.

    “Artinya, kita bisa merealisasikan 36 persen investasi hanya dalam tiga bulan jika dibandingkan realisasi tahun lalu. Ini menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi sudah terlihat di sektor investasi,” ujarnya.

    sumber: Antara




    Source