KAI masih menunggu detail kebijakan Kementerian Perhubungan terkait Adendum Satgas Covid-19 SE

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) belum melakukan perubahan persyaratan perjalanan dengan menggunakan moda kereta api (KA), terkait dengan diterbitkannya Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penghapusan mudik pada Idul Fitri 1442 Hijriah.

VP Humas KAI Joni Martinus mengatakan, untuk penjualan tiket, KAI masih mengacu pada SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 27/2021 dan masih menunggu regulasi lebih detail untuk angkutan kereta api.

Joni juga menjelaskan, penjualan tiket masih dilakukan hingga 5 Mei 2021, namun untuk 6 Mei 2021 dan seterusnya tidak ada penjualan tiket KA jarak jauh.

“Penjualan tiket KA jarak jauh yang dijual periode 22 April hingga 5 Mei masih berkisar 20 persen hingga 30 persen dari jumlah tiket yang disediakan,” kata Joni saat dihubungi Tribunnews, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Pengetatan mudik tidak berlaku untuk perjalanan dinas persalinan

Ia juga menambahkan, saat ini tidak terlihat adanya peningkatan penumpang KA yang terjadi di stasiun dan terpantau masih stabil.

Sebagai informasi, Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Addendum SE No. 13 tahun 2021 tentang penghapusan mudik Lebaran 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Hujan Abu Terjadi di Cepogo

Dalam SE Addendum disebutkan akan mengatur pengetatan persyaratan bagi pemudik domestik pada H-14 untuk menghilangkan mudik dari 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021 dan H + 7 untuk menghilangkan mudik pada 18-24 Mei. 2021.

Baca juga: Ada larangan mudik, PO Haryanto sudah mengalami lonjakan penumpang sejak sebelum Ramadhan

Menurut Satgas SE Covid-19 No.13 Tahun 2021, penghapusan mudik akan berlangsung mulai 16 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021, yang melarang orang untuk kembali ke kampung halaman selama periode tersebut.

Addendum SE Satgas Covid-19 Nomor 13/2021 yang diperoleh Tribunnews, Kamis (22/4/2021), tujuan addendum SE ini adalah sebagai upaya mengantisipasi peningkatan arus perpindahan penduduk.




Source