KAJARI BERSAMA TP4D SIDAK PROYEK JALAN PUNIK

Batulanteh, Gaung NTB
Setelah awal Nopember lalu Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa dibawah kendali ketuanya Jaksa Erwin Indrapraja SH MH menyeberangi dan mengarungi lautan menuju kawasan Sebotok Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas untuk melihat dari dekat proyek pembangunan dermaga, Puskesmas dan Rumah Dinas KUPT Sebotok yang menyerap anggaran Pemerintah mencapai total belasan miliar rupiah itu, maka Rabu (15/11) kemarin selama seharian penuh kembali TP4D yang langsung dipimpin Kajari Sumbawa Paryono SH selaku Pembina dan Penasehat TP4D telah turun melakukan action lapangan dengan melakukan inseksi mendadak sekaligus monitoring terkait dengan pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan jalan Punik di Kecamatan Batulanteh.
Dengan menggunakan empat unit kendaraan handle, Kajari Paryono didampingi Ketua TP4D yang juga Kasi Intel Jaksa Erwin Indrapraja SH MH, Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH bersama jajaran anggota TP4D (Inspektorat dan Bagian APP) serta didampingi langsung Kadis PUPR Sumbawa Lalu Suharmadji Kertajaya ST MT, PPK, Konsultan Pengawas dan rekanan kontraktor pelaksana PT Bumi Agung, dengan menempuh perjalanan sekitar dua jam para rombongan harus melewati jalan tanjakan dan turunan terjal dengan jurang mengangga disamping kiri kanan jalan, sehingga cukup menyulitkan bagi kendaraan dengan sopir yang tidak biasa menuju atau naik kekawasan Punik Batulanteh tersebut, namun beruntung berkat kelihaian Jaksa Erwin arek Suroboyo yang mengemudi mobil dinas Hilux Kajari itu, medan jalan yang berat penuh tanjakan, turunan, kelokan, jurang dalam dan jalan berlicin itu berhasil ditakluk hingga mampu mencapai puncak dititik ruas jalan Punik dari 0 – 5 Km tersebut dengan aman dan lancar.
Kajari Sumbawa Paryono SH didampingi Ketua TP4D jaksa Erwin Indrapraja SH MH dan Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya Kamis (16/11) kemarin kepada sejumlah awak media massa cetak dan online, menjelaskan kalau dirinya sengaja ikut mendampingi TP4D untuk meninjau lokasi proyek pembangunan jalan Punik Batulanteh Sumbawa sepanjang 5 Km yang dibiayai menggunakan dana bantuan dari APBDP tahun 2017 mencapai sekitar Rp 11 Miliar yang dipercayakan penanganannya kepada rekanan kontraktor pelaksana PT Bumi Agung itu, adalah dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan, pengamanan dan pengawalan yang dilakukan sekaligus untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi medan jalan tersebut.
Diakui memang kata Kajari Paryono, kondisi jalan menuju kewilayah Punik Batulanteh tersebut cukup berat, dengan memiliki tanjakan dan turunan terjal serta kelokan dan jurang yang dalam, bahkan jika tidak hati-hati jalan licin akan sangat membahayakan, oleh karena itu dengan adanya kegiatan pelaksanaan proyek pembangunan jalan sepanjang 5 Km menuju Punik tersebut diharapkan kedepan akan dapat memperlancar arus transportasi kendaraan angkutan penumpang dan barang dari dan ke wilayah Punik Batulanteh, terutama dalam membawa hasil bumi berupa kopi dan kemiri dengan potensi yang cukup besar diwilayah tersebut dan bahkan bisa dikembangkan untuk pariwisata alamnya, karena itu pihaknya telah meminta kepada Dinas PUPR, PPK, Konsultan Pengawas dan rekanan kontraktor pelaksana agar pekerjaannya dapat dipercepat mengingat sebentar lagi akan memasuki puncak musim penghujan, tukasnya.