Kajari Harus Berperan Aktif Menangani Pandemi Covid-19

    Reporter Tribunnews Taufik Ismail

    TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan oleh banyak pihak, termasuk unsur Kejaksaan.

    Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Muhammad Yusuf, saat melantik Jaksa Mohamad Farid Rumdana sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Kamis (5/8/2021).

    Menurutnya, dalam kondisi saat ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) harus berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.

    “Di masa pandemi ini, Kepala Kejaksaan Negeri harus berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan Covid-19,” ujarnya.

    Selain itu, menurut dia, Kajari juga harus melakukan terobosan dan inovasi untuk mendukung pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

    Penting untuk dicatat bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga menyebabkan masalah ekonomi.

    Baca juga: Periksa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, KPK buka penyidikan baru kasus korupsi Bansos Covid-19

    “Segera lakukan pembangunan Kawasan Integritas menuju Kawasan Bebas Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ujarnya.

    Peresmian Kajari Bireun sendiri dilakukan oleh Muhammad Yusuf di Pengadilan Tinggi (Kejati) Aceh dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan peserta terbatas.

    Sebelumnya, jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen diisi oleh Pj Mangantar Siregar sebagai implementasi dari Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-482/C/07/2021.

    Selain melantik Mohamad Farid Rumdana, Kajati Aceh juga melantik tiga pejabat eselon III lainnya, yakni Asisten Sipil dan Tata Usaha Negara yang baru dan 2 Koordinator.

    Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Cek Kemampuan Tracer Covid-19 Menggunakan Aplikasi Silacak di Balikpapan

    Muhammad Yusuf mengatakan bahwa promosi merupakan hal yang lumrah dalam suatu organisasi dengan tujuan untuk menyegarkan dan meningkatkan kinerja suatu lembaga.

    Sebagai informasi, sebelum diangkat menjadi Kajari Bireuen, JPU Mohamad Farid Rumdana pernah menjabat sebagai Koordinator Intelijen di Kajati Aceh sekaligus Ketua Tim Tangkap Buronan (TaBur) Kejaksaan Agung Aceh dan berhasil menjaring beberapa buronan (DPO) yang telah buron untuk waktu yang lama dalam waktu singkat.

    Alumnus Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung ini juga masuk dalam 100 jaksa terbaik yang lolos hasil seleksi selama 2 bulan dan tergabung dalam satuan tugas khusus penanganan dan penyelesaian kasus korupsi (Satgasus P3TPK) di Kejaksaan Negeri. Jenderal Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung. .



    https://www.tribunnews.com/regional/2021/08/06/kajari-harus-ikut-berperan-aktif-dalam-penanganan-pandemi-covid-19