Kajari Jakpus: JPU Belum Bisa Putuskan Upaya Hukum Kasasi JPU Pinangki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat masih mempelajari putusan kasasi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang mengurangi hukuman mantan Jaksa Penuntut Umum Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Riono Budi S, mengatakan pihaknya telah menerima putusan kasasi tersebut pada Senin (21/6/2021) kemarin.

“Jaksa sedang mempelajari putusan kasasi yang kami terima kemarin,” kata Riono saat dikonfirmasi, Selasa (22/6/2021).

Lebih lanjut, Riono mengatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum mengambil sikap terkait banding atas putusan yang meringankan hukuman Pinangki.

“Dengan demikian, Kejaksaan belum mengambil keputusan terkait upaya hukum banding tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta mengabulkan kasasi yang diajukan mantan jaksa Pinangki, Sirna Malasari.

Putusan banding tersebut membuat hukuman bagi terpidana kasus terkait Djoko Tjandra jauh lebih ringan dibandingkan putusan hakim di tingkat pertama.

Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang juga terlibat dalam kasus Djoko Tjandra. (Kolase TribunnewsWiki/KOMPAS/DANU KUSWORO, Tribun-Timur/Doc Swasta)

Hal itu tertuang dalam Keputusan Nomor 10/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI yang diputus pada Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Hukuman Pinangki Disunat 4 Tahun Penjara, Komnas Perempuan: Korupsi Adalah Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Dalam vonis tingkat pertama yang dijatuhkan pada 8 Februari 2021, Pinangki divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

Jika denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan hukuman penjara 6 bulan.



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/22/kajari-jakpus-jpu-belum-bisa-putuskan-upaya-hukum-kasasi-hukuman-jaksa-pinangki