Kanwilkumham Jatim Cari 39 Lapas dan Rutan

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO – Petugas Hukum dan HAM Kanwil Jatim secara serentak menggeledah 39 Lapas dan Rutan di wilayah kerja setempat. Pencarian untuk mencegah peredaran narkoba dan juga penggunaan ponsel.

Kakanwilkumham Jatim Krismono saat dikonfirmasi usai melakukan penggeledahan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Selasa (6/4) malam mengatakan, penggeledahan juga bertujuan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di Lapas atau Rutan. “Untuk penggeledahan yang berlangsung di Rutan Kelas I Surabaya, kami berhasil menyita beberapa barang seperti tiga telepon genggam, gunting, kabel, sendok dan juga beberapa barang mencurigakan lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebaiknya penggeledahan yang dilakukan di blok pemukiman harus dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu. “Kita targetkan tahun ini penjara atau rutan nol dari Halinar (telepon selular, pemerasan dan narkotika), ”ujarnya.

Di Rutan Kelas I Surabaya, pihaknya mengerahkan 80 petugas gabungan yang terdiri dari 68 petugas Lapas dan 12 petugas polisi. Ia menjelaskan, tim menggeledah blok F baik di lantai satu maupun dua secara menyeluruh dan menyeluruh, termasuk melakukan penggeledahan tubuh para narapidana yang sedang keluar kamar.

“Kami mengutamakan kualitas dalam pencarian, bukan hanya kuantitas,” kata Krismono.

Dalam penggeledahan ditemukan sejumlah barang terlarang, seperti tiga buah ponsel, kabel dan korek api. Kakanwil menegaskan, WBP pemilik barang tersebut akan diproses lebih lanjut.

“Khususnya para narapidana yang ponselnya ditemukan tadi, akan dimasukkan ke sel khusus. Jika terbukti nanti menggunakan ponsel untuk mengontrol narkoba, tentu akan ada tindakan tersendiri,” ucapnya.

Ia mengatakan, perhatian penggeledahan difokuskan pada lapas atau rutan yang melebihi kapasitasnya, seperti yang ada di Rutan Kelas I di Surabaya, Sidoarjo dan juga di Pamekasan. “Lapas Medaeng saat ini dihuni 1.825 orang dari kapasitas maksimal hanya 504 orang,” ujarnya.


Source