Kapolres KSB Paparkan Progress Evaluasi Penanganan Kasus Tahun 2017

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Dari hasil evaluasi tahun 2017, jajaran Polres Sumbawa Barat, menyimpulkan ada sejumlah kasus dominan mengalami penurunan, seperti kasus curat dan curanmor.
Hal itu disampaikan Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, SIK,
di sela-sela pelaksanaan Press Realise yang berlangsung di Mapolres setempat, belum lama ini.
Kapolres yang didampingi Kabag Ops, Kompol Edi Santoso SSos, dan Kasubag Humas, AKP Suwardi, secara umum menyebutkan, ada beberapa kasus yang tampak menonjol pada tahun 2017, yakni kasus Narkoba. Pada tahun 2016, berjumlah 11 kasus, dan mengalami peningkatan pada tahun 2017, menjadi 17 kasus. Tehadap kasus tersebut, pihaknya terus melakukan tindakan pemberantasan dan pencegahaan.
Untuk kasus curanmor kata Kapolres, sebagian besar terjadi di wilayah perumahan. “Kebanyakan motor milik korban hilang di rumahnya,” ujarnya. Untuk mencegah itu semua, melalui giat patroli yang dilaksanakan oleh anggota kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, selalu mengingatkan warga untuk waspada termasuk mengunci pintu rumah dan pagar sebaik mungkin. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi kejahatan curanmor.
Tak hanya itu, tindakan pelanggaran disiplin yang dilakukan oknum anggota polisi pun dipaparkan, Kapolres KSB. Sepanjang tahun 2017 sebut Kapolres, ada empat oknum anggota yangg terkena sanksi berupa pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), karena dianggap telah mencoreng nama korps Kepolisian.
Selain kasus tersebut, beberapa tindak kejahatan lain pun telah tertangani hingga tuntas. Meski diakuinya, ada kasus yang masih tertunggak.
Di samping pemaparan evaluasi progres penanganan kasus tahun 2017, Kapolres pun kembali menuturkan target penanganan untuk penanganan Pilgub NTB, tahun 2018, yang saat ini terus di lakukan serangkaian kesiapan termasuk mulai berkoordinasi dengan instansi terkait.
Sehingga pelaksanaan Pilgub NTB mendatang sukses, lancar dan aman. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terkait pelaporan, Kapolres mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan proses pembangunan Gedung Pelayanan yang proses penanganannya dilakukan oleh Pemda KSB, melalui Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Adapun progres penanganannya hampir mencapai 95%, dalam hal ini Polres hanya menunggu penyerahan atau pelimpahan dari Dinas PU, jikalau pembangunannya rampung. “Ke depan kami berharap ada gedung pelayanan sehingga bisa membantu aparat kepolisian dalam hal ketersediaan fasilitas dan sarana,” imbuhnya.