Karawang Batalkan Penerapan Nomor Kendaraan Ganjil Genap

    REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG – Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membatalkan pemberlakuan nomor polisi ganjil genap di perkotaan karena ditolak masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang Arif Bijaksana Maryugo, di Karawang, Sabtu (14/8), mengatakan pembatalan ganjil genap dilakukan atas masukan dan saran masyarakat.

    Kebijakan ganjil genap hasil rapat gabungan Polri dengan Pemerintah Kabupaten Karawang pada Jumat (13/8) dibatalkan atas arahan dan instruksi bupati. Semula, pelaksanaan ganjil genap direncanakan berlangsung selama lima hari, yakni Sabtu (14/8) hingga Rabu (18/8), di Jalan Tuparev-Kertabumi, mulai pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB dan 16.00 WIB – 18.00 WIB. .

    Kebijakan tersebut awalnya ditujukan untuk membatasi mobilitas masyarakat pada masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Karawang. Namun, setelah kabar rencana penerapan kendaraan ganjil genap beredar di grup WhatsApp dan menghebohkan media sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika melalui akun media sosialnya menyatakan bahwa kendaraan ganjil genap tidak akan dilaksanakan.

    Menurut pantauan Antara, pembatalan ganjil genap terjadi setelah berbagai kalangan masyarakat Karawang menolak keras kebijakan tersebut. Bahkan, mantan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari juga ikut berkomentar.

    Ia menilai penerapan ganjil genap di Karawang merupakan aturan yang rumit. “Untuk mencegah Covid-19 sekarang, fokus saja pada vaksinasi. Itu lebih baik daripada menerapkan aturan yang rumit,” katanya.

    https://repjabar.republika.co.id/berita/qxtath383/karawang-batalkan-penerapan-ganjil-genap-nopol-kendaraan