Karutan Ditangkap karena Sabu

Pemeriksaan terhadap petugas lain juga dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menyayangkan kabar penangkapan Kepala Rutan Kelas 1 (Karutan) Depok dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, tindakan tersebut dinilai keterlaluan dan tindakan yang sangat tercela.

“Saya selaku Wakil Ketua Komisi III sangat terkejut dan sangat menyayangkan atas kejadian ini, karena para birokrat yang seharusnya mengawasi peredaran narkoba dan narapidana binaan justru melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tugasnya,” kata Khairul, Selasa (20/10). /7).

Jika terbukti, dia berharap yang bersangkutan diberikan hukuman yang setimpal karena dilakukan oleh penanggung jawab pengawasan peredaran narkoba di Rutan dan juga pada saat negara sedang gencar memerangi narkoba. Ia juga berharap pemeriksaan terhadap petugas lainnya juga dilakukan.

“Kami juga meminta perhatian Kementerian Hukum dan HAM untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada bawahannya agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Semoga ini menjadi pelajaran bagi petugas yang bertugas memberantas narkoba untuk tidak terlibat dalam perbuatan tercela seperti kejadian ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Rutan Kelas 1 Depok berinisial A ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. A ditangkap karena menggunakan metamfetamin.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, anak buahnya menangkap A di sebuah kamar kost di kawasan Slipi, Jakarta Barat, pada 25 Juni 2021. Dari tangan A, petugas mengamankan barang bukti satu paket sabu. sabu seberat 0,52 gram, alat penyedot sabu berupa cangklong dan bong bekas, serta empat butir aprazolam.

Tersangka A juga dikenai Pasal 112 ayat (1) huruf 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.



https://www.republika.co.id/berita/qwjee8396/karutan-ini-ditangkap-karena-sabu