KASUS ADD LUNYUK REA TINGGAL DILAKUKAN GELAR PERKARA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Proses penajaman penyelidikan atas kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Lunyuk Rea Kabupaten Sumbawa tahun anggaran 2016 senilai Rp 1,3 Miliar, yang dilakukan Tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa melalui kegiatan Puldata dan Pulbuket telah dinyatakan rampung, sehingga tinggal dilakukan gelar perkara (Ekspose) secara internal, untuk dapat menentukan apakah kasus tersebut dapat ditingkatkan keproses tahapan penyidikan selanjutnya atau perlu dilakukan penajaman penyidikannya kembali pekan mendatang baru bisa ditentukan, ungkap Kasi Intel Kejari Sumbawa Jaksa Erwin Indrapraja SH MH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin (30/10) kemarin.
Dari hasil evaluasi sementara yang dilakukan atas penanganan penyelidikan kasus ADD Lunyuk Rea tersebut terang Jaksa Erwin, sejauh ini kegiatan penyelidikan Puldata dan Pulbuket telah dilakukan secara intensif dengan mengumpukan sejumlah dokumen bukti dan sejumlah saksi terkait termasuk didalamnya oknum Kades Lunyuk Rea dan sejumlah pejabat terkait lainnya telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangannya secara intensif ditandai dengan pembuatan dan penandatanganan BAP masing-masing secara kooperatif sesuai dengan apa yang menjadi tupoksi dan tanggung jawabnya masing-masing.
Proses pemberkasan hasil penyelidikannya telah dituntaskan dengan baik, dan bahkan tim Jaksa Penyidik telah siap untuk melakukan gelar perkara (Ekspose) secara internal untuk membahas, apakah kasus tersebut dapat ditingkatkan ketahapan proses selanjutnya atau tidak, karena itu pembahasannya secara komprehensif harus dilakukan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, mengingat unsur perbuatan melawan hukum (PMH) dalam kasus ADD Lunyuk Rea tersebut telah ada ditemukan, termasuk gambaran kerugian negara dari PMH yang dilakukan, karena itu tunggu saja hasil ekspose pekan mendatang, tukasnya.
“Menyangkut soal siapa calon tersangka dan berapa jumlah kerugian negara yang riel dalam kasus ADD Lunyuk Rea tersebut, sejauh ini belum dapat ditentukan sepanjang kegiatan ekpose belum dilakukan, sehingga kegiatan ekspose pekan mendatang itu sangat menentukan sikal dan langkah selanjutnya,” tandas Jaksa Erwin.
Sekedar diingat dana ADD yang digelontarkan pemerintah pusat dalam tahun anggaran 2016 lalu di Desa Lunyuk Rea Sumbawa mencapai sekitar Rp 1,3 Miliar yang telah digunakan dan dimanfaatkan bagi menunjang pelaksanaan sejumlah program dan pembangunan Desa setempat baik itu diperuntukkan bagi pembangunan gedung serbaguna dan pembangunan fasilitas sarana air bersih dan kegiatan fisik lainnya, ternyata ada indikasi terjadi penyimpangan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, sehingga tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa melakukan pengusutan melalui kegiatan penyelidikan dan penyidikan secara intensif.