KASUS AMBULANCE RSUD MASIH TUNGGU EKPOSE JAKSA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Selain kasus dugaan penyimpangan dalam penggunaan dan pemanfaatan dana desa (ADD) Lunyuk Rea direncanakan akan dilakukan gelar perkara (Ekspose) pekan mendatang oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa, teryata kasus dugaan terjadinya mark-up dalam pengadaan mobil ambulance emergency pada RSUD Sumbawa yang menyerap anggaran tahun 2015 lalu senilai Rp 1,9 Miliar juga akan dilakukan ekspose untuk menentukan langkah dan sikap apakah kasus tersebut dapat ditingkatkan ketahapan selanjutnya atau tidak, ungkap Kasi Intel Kejari Sumbawa Jaksa Erwin Indrapraja SH MH dalam keterangan Persnya kepada sejumlah awak media diruang kerjanya kemarin.
Sejauh ini terang Jaksa Erwin proses penyelidikan dan penyidikan intensif oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa telah dituntaskan, dan saat ini tinggal menunggu dilakukan ekspose secara internal guna dapat ditingkatkan keproses tahapan selanjutnya, sehingga gelar perkara ini nantinya akan dilakukan pembahasan, evaluasi, telaah dan kajian mendalam terkait dengan bukti dokumen dan keterangan saksi terkait dari proses penyelidikan (Puldata dan Pulbuket) yang telah dilakukan sebelumnya secara intensif oleh tim Jaksa telah dirampungkan, sehingga nantinya jika ada yang masih kurang tentu akan dilengkapi sebagaimana mestinya, namun yang jelas unsur Perbuatan Melawan Hukumnya (PMH) sudah ada, tukasnya.
Hal senada juga dijelaskan sebelumnya oleh Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH, menyatakan setelah melalui proses penyelidikan pengumpulan data serta pengumpulan bukti dan keterangan (Puldata dan Pulbuket) untuk kemudian ditingkatkan ke proses penyidikan intensif atas kasus tindak pidana korupsi dugaan mark-up dalam pengadaan satu unit mobil ambulance emergency pada RSUD Sumbawa tahun anggaran 2015 lalu senilai Rp 1,9 Miliar, dengan memakan waktu yang cukup panjang telah melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap sejumlah pejabat terkait, mulai dari sejumlah pejabat RSUD Sumbawa meliputi Direktur RSUD Sumbawa, Kepala IGD RSUD Sumbawa, Kabid dan Kasi Pelayanan Medik, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kabag Assset Pemda Sumbawa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat ULPBJP Setda Sumbawa hingga pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap rekanan kontraktor pelaksana asal Malang Jawa Timur telah tuntas dilakukan dengan baik.
Bahkan, dengan telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap belasan saksi terkait yang didukung dengan pengumpulan dokumen bukti yang cukup terang Jaksa Raka akrab Kasi Pidsus ini disapa, selanjutnya tim Jaksa Penyidik akan segera melakukan evaluasi dan kajian mendalam melalui kegiatan ekspose secara internal yang rencananya akan dilakukan pekan mendatang, agar permasalahannya dapat menjadi jelas dan terang benderang, tukasnya.
“Yang jelas untuk kasus Ambulance Emergency RSUD Sumbawa tersebut untuk sementara telah dituntaskan penyelidikan dan penyidikannya, dan tim Jaksa tinggal melakukan kegiatan ekspose secara internal guna membahas dan melakukan evaluasi, apakah kasus tersebut dapat dinyatakan lengkap P21 atau perlu dilakukan penajaman penyidikan atau tidak, sehingga perkaranya dapat ditingkatkan keproses tahapan selanjutnya, inilah yang perlu dilakukan ekspose terlebih dahulu oleh tim Jaksa Penyidik,” pungkas Jaksa Raka.