Kasus HIV/AIDS di Sumbawa ‘Meningkat’

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari tahun ke tahun kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan, terhitung sejak tahun 2010 sampai tahun 2018 terdapat 98 kasus dengan korban jiwa sebanyak 29 orang.
Salah satu penyakit paling mematikan di dunia ini seperti disampaikan Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Anak Agung Ngurah Ketut Riyadi, SKM, M.Kes, ketika ditemui Gaung NTB, pada Rabu, (31/10) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Kasus HIV/AIDS yang terjadi dari tahun ketahun diantara pada tahun 2010 sebanyak 2 kasus dengan korban jiwa 2 orang, kemudian pada 2011 terdapat 4 kasus dengan korban jiwa 3 orang, kemudian pada tahun 2012 terdapat 7 kasus dengan korban jiwa 4 orang.
Sementara pada tahun 2013 mengalami penurunan dengan terdapat 6 kasus dengan korban jiwa 1 orang, kemudian pada tahun 2014 kasus HIV/AIDS kembali mengalami peningkatan dengan terdapat 8 kasus dengan korban jiwa 6 orang.
Pada tahun 2015, kasus serupa terus mengalami peningkatan dengan terdapat 14 kasus dengan korban jiwa 3 orang, kemudian pada tahun 2016 masih mengalami peningkatan dengan terdapat 16 kasus dengan korban jiwa 2 orang, kemudian di tahun 2017 hal serupa masih terjadi dengan terdapat 18 kasus dengan korban jiwa 5 orang, di tahun 2018 kasus HIV/AIDS terjadi kenaikan yang begitu dramatis yakni terdapat 23 kasus dengan korban jiwa 5 orang.
Menurut Agung—sapaan akrab Kabid P3PL Dikes Kabupaten Sumbawa, peningkatan kasus HIV/AIDS yang terjadi dikarenakan banyaknya hotspot semacam tempat hiburan malam, komunitas waria, kos-kosan bebas, dan beberapa tempat lainnya yang ada di Kabupaten Sumbawa.
“Penyebaran HIV/AIDS ini sering kali terjadi pada tempat semacam itu, oleh karena itu karena kami sangat gencar untuk melakukan sosialisasi dan pemeriksaan Agung lelaki energik itu.