KASUS NARKOTIKA DAN ASUSILA TERTINGGI DI SUMBAWA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Selama kurun waktu tahun 2017 lalu berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, maka jumlah penanganan perkara tindak pidana umum terutama dua kasus yakni kasus narkotika dan asusila khususnya menimpa korban katagori anak-anak dinilai menonjol dan cukup siginifikan meningkat (tertinggi), sehingga disini sangat dibutuhkan adanya kepedulian semua pihak berbagai elemen masyarakat untuk menanggulangi dan menguranginya, ungkap Kasi Pidum Kejari Sumbawa Jaksa Feddy Hantyo Nugroho SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Selasa (16/01) kemarin.
Selama tahun 2016 lalu terang Jaksa Feddy akrab disapa awak media ini, tercatat jumlah SPDP yang masuk baik itu dari Penyidik Kepolisian ataupun PPNS sebanyak 367 perkara dan meningkat SPDP tahun 2017 menjadi 447 kasus, dengan jumlah yang telah dilakukan eksekusi tahun 2016 sebanyak 323 perkara dan tahun 2017 sebanyak 383 perkara, sedangkan perkara yang menonjol tahun 2016 lalu yakni kasus kehutanan 12 perkara, pelindungan anak (Asusila) sebanyak 37 perkara dan kasus narkotika sebanyak 37 perkara, justru terjadi peningkatan pada tahun 2017 lalu yakni untuk kasus kehutanan menurun hanya 5 perkara, kasus perlindungan anak (Asusila) sebanyak 58 perkara dan kasus narkotika sebanyak 58 perkara terjadi peningkatan sebanyak 21 perkara (diatas 50%), paparnya.
Jaksa Feddy juga mejelaskan, dengan melihat tolok ukur penanganan perkara sepanjang tahun 2016 dengan tahun 2017 itulah, maka terjadi indikator meningkat cukup signifikan terhadap dua kasus pidana yang menonjol yakni kasus perlindungan anak (Asusila) dan narkotika, dengan korban asusial adalah katagori anak-anak dengan pelanggaran UU Perlindungan anak dna narkorika meningkat diatas 50%, sehingga dipandang perlu adanya kepedulian bersama semua pihak, tidak saja menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum itu sendiri, tetapi juga menjadi tanggung Pemda dan segenap lapisan masyarakat untuk mencari win-win solution bagaimana cara mengurangi perkara-perkara yang cukup menonjol yang terjadi Kabupaten Sumbawa maupun KSB, sebab dari segi penegakan hukum aparat penegak hukum dengan mengacu dan berdasarkan aturan hukum dan UU yang berlaku telah berusaha membuat efek jerah dengan tuntutan dan vonis pidana cukup tinggi, tetapi kenyataannya kasus tersebut masih saja terjadi dan menunjukkan tren meningkat, tukasnya.
“Cukup banyak faktor yang mempengaruhi kenapa kasus menonjol tersebut terjadi, tentu dengan melihat penyebabnya apa, bisa saja disebabkan karena adanya pengaruh lingkungan, kurangnya perhatian orang tua, kurangnya kepedulian masyarakat sekitar, termasuk termasuk pengaruh teknologi dan informasi lewat dunia maya apalagi sekarang ini ada yang namanya konten porno misalnya sangat mudah diakses, sehingga kedepan keterlibatan semua pihak untuk menaruh kepedulian sangat diperlukan peningkatan, agar pencegahan sedini mungkin dapat dilakukan dengan baik, bisa dimulai dari lingkungan rumah tangga, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat itu sendiri,” pungkas Jaksa Feddy.