Kasus Rudapaksa Gadis oleh Polisi di Ternate, Komisi III Pastikan Proses Hukum Pidana Dijalankan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani angkat bicara soal kasus yang menjerat seorang perwira polisi berpangkat Brigadir Jenderal di Halmahera Barat, Maluku Utara, yang diduga memperkosa seorang gadis berusia 16 tahun.

Arsul mengatakan, pihaknya telah mendapat konfirmasi dari pimpinan polisi bahwa proses hukum terhadap pelaku akan berjalan.

“Komisi III sedang memperhatikan kasus ini dan mendapatkan konfirmasi dari pimpinan Polri bahwa proses hukum terhadap pelaku akan berjalan, selain itu tentunya proses etik-administratif untuk memecat yang bersangkutan jika terbukti sebagai pelakunya,” kata Arsul saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (24/24/2020). 6/2021).

Baca juga: Polisi Jahat Perkosa Remaja 16 Tahun di Polsek, Pengamat Sebut Pentingnya CCTV di Ruang Pemeriksaan

Arsul juga menegaskan, Komisi III DPR RI akan memastikan proses hukum pidana dalam kasus ini tetap dilakukan.

Bahkan, Wakil Ketua MPR meminta jaksa penuntut umum (JPU) menjatuhkan pasal dan dakwaan yang memberatkan terhadap pelaku.

“Selanjutnya Komisi III akan memastikan proses hukum pidana dalam kasus ini akan dilakukan. Kami meminta agar Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan pasal dan dakwaan yang memberatkan,” jelasnya.

Baca juga: Brigjen II Pemerkosaan Remaja di Jailolo Selatan Polisi Jadi Tersangka, Diancam 15 Tahun di Penjara

Menurutnya, dalam KUHP disebutkan bahwa jika pelaku kejahatan seperti penegak hukum, maka pidana yang dijatuhkan dapat ditambah sepertiga dari ancaman pidana maksimum yang diatur dalam KUHP.

“Jadi tolong, elemen masyarakat sipil khususnya di Maluku Utara juga mengawal kasus ini dan jika ada proses yang menyimpang tolong sampaikan juga kepada kami,” ujarnya.



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/24/kasus-rudapaksa-gadis-oleh-polisi-di-ternate-komisi-iii-pastikan-proses-hukum-pidana-dijalankan